PCNU Cirebon dan Para Kiai Tolak Pendirian SUTET Dekat Pesantren

PCNU Cirebon dan Para Kiai Tolak Pendirian SUTET Dekat Pesantren
Lokasi Pesantren Bina Insan Mulia Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang akan dilewati Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Foto: Humas PBNU

jpnn.com, CIREBON - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon bersama dengan para Kiai se-Cirebon sepakat menolak pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang akan melintasi kawasan Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon.

Ketua PCNU Cirebon, KH Azis Hakim Syaerozi menyampaikan jika pendirian SUTET tersebut tetap dilaksanakan akan mengancam eksistensi pengembangan Pesantren Bina Insan Mulia.

“Dengan memperhatikan Dar’ul Mafasid Muqoddam ala jalbil masholih kami mohon kepada PLN yang berpusat di Jakarta agar memindahkan lokasi pembangunan SUTET jauh dari pesantren Bina Insan Mulia tanpa gaduh dan kericuhan,” kata Aziz Hakim dalam keterangana persnya, Minggu (15/12).

Aziz Hakim menambahkan sudah berkoordinasi dengan stakeholder pesantren beserta dengan para Kyai se-Cirebon dan semua bersepakat menolak.

“Setelah bersepakat dengan banyak stakeholder di seluruh pesantren yang ada di Kabupaten Cirebon, semua sepakat bahwa kegiatan SUTET ini kita tolak bersama, oleh karena itu kami memohon kepada PLN agar mempertimbangkan hal ini dan segera memutuskan untuk memindahkan jalur ini menjauhi lingkungan pesantren,” ujar Aziz Hakim.

Pesantren Bina Insa Mulia berlokasi di Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pendirian SUTET rencananya akan didirikan PLN di sebuah titik yang jaraknya hanya 6 Meter dari Masjid utama Pesantren Bina Insan Mulia.

Keberatan pihak pesantren Bina Insan Mulia juga telah disampaikan saat audiensi dengan DPRD Cirebon dan perwakilan PLN beberapa waktu lalu. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Lutfi juga telah menyatakan penolakan dan mendukung pihak Pesantren Bina Insan Mulia.

"Bukan saja SUTET ya, pejabat saja bisa kita turunkan, saya tadi dalam kesempatan yang pertama ngasih sambutannya sebagai ketua DPRD tapi kalau sekarang saya ngomong sebagai santrinya Kang Imam Jazuli, jadi soal negosiasi ini saya ada di garda terdepan bersama bapak ibu sekalian, kalau perlu di lawan, lawan pak," kata Ketua DPRD Cirebon Mohamad Lutfi

Pihak Pesantren juga merasa kecewa karena pihak PLN tidak mengonfirmasi terkait penetapan titik SUTET.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News