PDIP Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila

PDIP Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Boy Muhamad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bergandeng tangan membumikan Pancasila.

Dia menegaskan, dengan membumikan Pancasila maka siapa pun atau kelompok mana pun yang mencoba mengganti ideologi dengan berbagai upaya akan bisa dihadapi. Pancasila pun akan semakin kuat dan kukuh.

Hal itu diungkap Hasto saat membuka Kursus Politik Pancasila: Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia" Angkatan II di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/9).

"Yang kami harap dengan ikuti kursus ini bagaimana bergandeng tangan bumikan Pancasila yang merupakan benteng menghadapi apa pun karena digali dari kepribadian bangsa," ujar Hasto.

Dia menjelaskan, setiap lima tahun sekali partai merekomendasikan 17.832 lebih calon legislatif seluruh tingkatan. Setiap lima tahun pula, kata Hasto, PDI Perjuangan mencalonkan 34 pasangan calon gubernur-wakil gubernur, serta lebih 530 bupati, wali kota dan wakilnya.

"Bisa dibayangkan kalau partai tidak membuka diri dan kursus politik serta melakukan rekrutmen terhadap putra-putri terbaik bangsa yang punya potensi mengelola kekeuasaan negara," kata Hasto.

Melihat tantangan besar itu, Hasto kemudian meminta izin kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Atas izin dan arahan Mega, maka digelarlah kursus politik ini. Angkatan I sudah digelar beberapa waktu lalu yang seluruh pesertanya adalah para jurnalis.

Bukan tanpa alasan jurnalis dipilih sebagai peserta. Hasto bercerita, dulu di era pembebasan Irian Barat, Presiden Soekarno alias Bung Karno sedang berada di Amerika Serikat. Lalu di Negeri Paman Sam, Bung Karno bertemu dengan wartawan. "Lalu Bung Karno mengatakan di dunia ini hanya ada dua yang bikin terang, yakni matahari dan insan pers," ujarnya.

Bung Karno mengatakan, di dunia ini hanya ada dua yang bikin terang, yakni matahari dan insan pers.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News