PDIP Sebar Isu Suara 7 Persen, Sekjen Golkar: Mana Bisa Sistem Penjatahan Begitu
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji menyebut saat ini tidak mungkin sebuah partai di Indonesia sudah menerima penjatahan suara sebelum mengikuti pemilu.
Dia berkata demikian demi menanggapi pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning soal suara partai berkelir merah itu hanya memperoleh tujuh persen pada Pemilu 2029.
"Sekarang mana bisa sistem penjatahan model begitu. Semuanya tergantung rakyat yang memilih," kata Sarmuji melalui layanan pesan, Senin (28/7).
Legislator DPR RI itu mengatakan tak ada kekuasaan pada era demokrasi Indonesia saat ini yang bisa menentukan kehendak rakyat agar partai memperoleh angka tertentu pada pemilu.
"Tidak ada kekuasaan yang bisa menentukan kehendak rakyat, justru yang ada malah rakyat yang menentukan siapa yang akan memegang kekuasaan," ungkap Sarmuji.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning atau Mbak Ning mengaku telah mendengar upaya membuat suara partainya hanya tujuh persen di Pemilu 2029.
"Saya dengar lho mereka menarget kami tujuh persen 2029," kata dia, Minggu (27/7).
Mbak Ning mengatakan PDIP justru akan makin kuat ketika ada pihak tertentu yang menargetkan suara partai di angka tujuh persen.
Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji menyebut Indonesia saat ini menganut demokrasi dan tak mungkin suara partai dijatah di angka tertentu
- Pergantian Adies-Adela Bukti Pragmatisme Golkar dan Politik Kekerabatan
- TNI Bubarkan Nobar Film, TB Hasanuddin Sebut Berpotensi Melanggar Konstitusi
- Guntur PDIP Merasa Aneh Nobar Film soal Papua Dilarang
- Legislator PDIP Debat di Amsterdam: Maaf Raja Belanda Baru Langkah Bayi, Bukan Akhir
- Apresiasi Kerja Komisi Reformasi Polri, Gus Falah Pastikan DPR Siap Revisi UU
- Soal Ambang Batas Parlemen, Said PDIP: Ideal Sekitar 5,5 Sampai 6 Persen
JPNN.com




