PDIP Ungkap Manifesto untuk Buruh, Singgung APBN Jadi Instrumen Menyejahterakan Pekerja
jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan menginginkan peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei menjadi momentum menghidupkan semangat pembebasan kaum tertindas.
Hal demikian tertuang dalam manifesto PDIP yang dibacakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5).
"Peringatan Hari Buruh setiap tanggal 1 Mei menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat dan narasi pembebasan rakyat tertindas," kata dia, Minggu.
Diketahui, Charles hadir di GOR Otista untuk menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP bertema "Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari".
PDIP dalam manifestonya menekankan pula soal ideologi bangsa, yakni Pancasila sebenarnya memuat spirit pembebasan.
"Pancasila mengandung narasi dan spirit pembebasan agar melalui kemerdekaan Indonesia, seluruh rakyat benar-benar terbebas dari berbagai bentuk penjajahan, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan kebudayaan," demikian Charles membacakan awal manifesto PDIP bagi buruh Indonesia.
Berikut Manifesto PDI Perjuangan Bagi Buruh Indonesia yang dibacakan Charles:
Sejarah mengajarkan bahwa tugas ideologis PDI Perjuangan adalah menjalankan Pancasila sebagai dasar, tujuan, pandangan hidup (way of life), serta landasan dalam kebijakan strategis Partai untuk mengelola negara demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.
PDI Perjuangan menempatkan buruh sebagai pusat perjuangan keadilan sosial berlandaskan ajaran Bung Karno tentang Marhaenisme.
- Lewat Pasrah
- Pemerintah Tarik Utang Lagi, APBN Kembang Kempis?
- Hasil Pertemuan Aliansi dengan Kemendagri Bikin PPPK Paruh Waktu Gembira, Pintu Terbuka
- Said Iqbal Kabarnya Bakal Dapat Jatah Kursi di Kabinet, Posisinya...
- KSPSI ATUC Kirim 2 Delegasi ke Sidang ILC ke-114 di Jenewa
- Ulama NU DKI Jakarta: Presiden Boleh Berkurban Pakai APBN
JPNN.com




