Peluang Logam Tanah Jarang Besar, MIND ID: Harus Dimanfaatkan untuk Kepentingan Nasional
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengungkapkan adanya indikasi hasil tambang Indonesia yang keluar secara ilegal.
Hasil tambang itu kemudian diolah di negara lain menjadi produk berteknologi tinggi. Salah satu yang dia soroti adalah logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth.
Menurut dia, pasokan domestik terancam bayang-bayang tambang ilegal dan penyelundupan.
"Tanah jarang ini yang jadi perebutan sekarang di dunia internasional. Khususnya yang paling sering dipakai untuk industri pertahanan. Kita enggak tahu mungkin ada hasil tambang Indonesia yang berserakan di perang Iran-Israel. Mungkin saja kita enggak tahu," ucap Maroef, pada Senin (6/4).
Dia tak menampik bahwa sebelum adanya Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), hasil tambang Indonesia dimanfaatkan oleh negara lain tanpa disadari, seperti yang diduga terjadi di Bangka Belitung.
Namun, kini pengawasan dan penindakannya lebih ketat.
Salah satunya yang terjadi di Singapura, sebagai negara yang juga menikmati hasil tambang Indonesia.
“Dengan adanya pengawasan dari Satgas PKH, pemanfatan hasil tambang benar-benar untuk kepentingan nasional,” kata dia.
MIND ID menyatakan pasokan domestik terancam bayang-bayang tambang ilegal dan penyelundupan.
- Gus Falah Apresiasi Legalisasi Tambang Rakyat: Kepastian Hukum bagi Penambang Kecil
- Perlambatan Industri Nikel Mulai Menekan Ekonomi Kawasan Tambang
- KDM Usul 70 Persen Pajak Tambang Kembali ke Desa, Ini Alasannya
- 7 Warga China Pelaku Tambang Ilegal Simpan Dua Senjata Api
- Ancam Tindak Pengusaha Tambang Nakal, Luthfi: Saya Tidak Peduli di Belakangnya Ada Siapa
- Pemerintah Tunda Penerapan Royalti Tambang, Begini Alasannya
JPNN.com




