Pembakar Pos Polisi Siap-Siap Saja, Brigjen Hengki Usut Pelaku
"Makanya peran orang tua sangat penting. Polisi, TNI, dan pemerintah daerah menjalankan tugas sesuai undang-undang, tetapi, pengawasan yang paling kuat adalah dari orang tua. Cek handphone anak-anaknya, awasi pergaulannya," tambahnya.
Dia mengungkapkan sejumlah pelajar ikut aksi karena pengaruh media sosial dan rasa takut tertinggal pergaulan.
"Kemarin saja ada lima orang yang kita amankan, masih SMP dan SMA kelas satu. Mereka siap melawan petugas hanya karena FOMO, fear of missing out. Mereka merasa harus ikut agar dianggap keren atau gaul. Ini pemikiran yang keliru," jelas Kapolda.
Kapolda mengimbau orang tua lebih proaktif mengawasi aktivitas anak-anaknya.
"Kalau anak belum pulang, padahal sudah malam, segera cari, hubungi, telepon. Mereka seharusnya belajar, bukan ikut aksi," tegasnya.
Polda Banten mengamankan 15 orang remaja dalam aksi demo di Ciceri, Kota Serang, Sabtu (30/8). Mereka didata dan diberikan pembinaan. (antara/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Brigjen Hengki usut pelaku pembakaran pos polisi saat demonstrasi akhir pekan lalu.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Driver Ojol Lempar Molotov ke Pos Polisi di Surabaya, Sahroni: Jangan Toleransi Oknum Anarkistis
- Jangan Sampai Isu Pocong Dimanfaatkan Penjahat, Waspadalah!
- Perusuh May Day Bandung Konsumsi Alprazolam Sebelum Bakar Pos Polisi
- 6 Tersangka Kerusuhan May Day di Cikapayang Bandung Positif Narkoba
- Polisi Dalami Motif Massa Perusuh Bakar Pos Polisi di Cikapayang Bandung
- Kelompok Perusuh Hambat Pemadaman Pos Polisi yang Dibakar di Cikapayang Bandung
JPNN.com




