Sabtu, 24 Agustus 2019 – 15:33 WIB

Pembelaan Sjahrir Untungkan Susno

Rabu, 06 Oktober 2010 – 18:48 WIB
Pembelaan Sjahrir Untungkan Susno - JPNN.COM

JAKARTA - Terdakwa perkara suap dalam kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan Gayus Tabunan, Sjahril Djohan, menyampaikan pembelaan di depan persidangan. Menariknya, Sjahril justru terkesan membela Susno Duadji. Padahal, Susno adalah pihak yang pertama kali mengungkap praktik makelar kasus di Mabes Polri yang akhirnya menyeret Sjahril DJohan sebagai pesakitan.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (6/10), Sjahril mengungkapkan bahwa dalam kasus Arwana, Susno tidak pernah meminta success fee sebesar 15 persen. "Saya ingin membantah keterangan saksi Haposan Hutagalung, bukan untuk membela saudara Susno. Tetapi dalam kasus ini yang benar adalah penyerahan uang kepada Susno sejumlah Rp500 juta saja," katanya.

Sedangkan dalam kasus Gayus, dia juga menerangkan bahwa tidak pernah ada permintaan dari Susno untuk menyetor uang Rp3,5 miliar. Dalam kasus ini, Sjahril mengaku keterlibatan dan keterkaitannya hanya sekadar menyampaikan pesan Haposan tentang adanya kasus Gayus Tambunan.

"Mengenai bukti SMS Haposan kepada saya, memang betul adanya, yaitu tentang permintaan tolong. Tetapi saya tidak pernah gubris dan permintaan Haposan tidak saya teruskan kepada Susno," jelasnya.

Sementara soal janji pemberian uang Rp200 juta oleh Haposan pada April 2010 sebelum Sjahril berangkat ke Australia, mantan diplomat itu mengakui hal itu memang ada. Namun Sjahril tidak pernah menerima uangnya karena sejak semula dia tidak punya kepentingan sama sekali terhadap kasus Gayus ini.

Sjahril juga mengaku punya hubungan erat dengan Susno dan bahkan sudah menganggapnya sebagai adik sendiri. Tapi dia menyesalkan Susno yang pernah mengaku tidak mengenalnya waktu di DPR.

"Ini bagi saya sungguh merupakan pengalaman hidup yang pahit. Kepada Saudara Susno, saya ingin mengatakan, janganlah mengorbankan segala-galanya, menjerumuskan banyak pihak karena ambisi pribadi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya JPU menjerat Sjahril Djpohan dengan dakwaan berlapis. Dalam kasus PT SAL, Sjahril dijerat dakwaan kesatu primer Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan dakwaan kesatu subsider Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk kasus Gayus, JPU mendakwa Sjahril melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a jo Pasal 15 UU Tipikor jo Pasal 88 KUHP. Sedangkan dakwaan subsidernya, Sjahril melanggar Pasal 13 jo Pasal 15 UU Tipikor jo Pasal 88 KUHP.

NAmun setelah melalui serangkaian persidangan, JPU saat mengaukan tuntutan justru membebaskan Sjahril dari dakwaan pasal 5 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana (dakwaan ke satu primair) dan pasal 5 huruf a jo Pasal 15 UU Tipikor jo Pasal 88 KUHP (dakwaan kedua primair).

Tetapi dia dituntut melanggar pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana (dakwaan ke satu subsidair) dan tindakan pidana melakukan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 13 jo pasal 15 UU Tipikor jo Pasal 88 KUHP (dakwaan kedua subsidair).(rnl/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar