Pemda Pastikan Anak Miskin di Jabar Dijamin Bisa Sekolah
jpnn.com, BANDUNG - Siswa dari keluarga miskin di Jawa Barat (Jabar) dipastikan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendaftar ke SMA, SMK, dan SLB pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) TA 2026/2027.
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat pun siap menanggung seluruh biaya, baik sekolah negeri dan swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Purwanto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi warga miskin yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kategori desil 1 (sangat miskin), desil 2 (miskin), dan desil 3 (hampir miskin).
"Kalau mereka sekolah di swasta, kami biayai. Kalau di negeri, kami gratiskan," kata Purwanto, Kamis (21/5/2026).
Purwanto memastikan, pemberian bantuan tidak hanya mencakup biaya pendidikan saja, tetapi juga kebutuhan personal siswa, seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.
"Biaya personal seperti sepatu, seragam, dan kebutuhan lainnya juga dibantu pemerintah," ujarnya.
Langkah ini, kata Purwanto merupakan komitmen dari keinginan Pemprov Jabar agar tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
"Tidak boleh ada anak miskin di Provinsi Jawa Barat yang tidak sekolah. Mereka harus tetap sekolah, baik di negeri maupun swasta," ucap dia.
Pemprov Jabar menjamin siswa miskin tetap bisa sekolah pada SPMB 2026/2027. Biaya sekolah, seragam, hingga perlengkapan ditanggung pemerintah.
- SPMB Online, SCALA Hadirkan Sistem Penerimaan Murid Baru Terintegrasi
- Bea Cukai & Pemangku Kepentingan Perkuat Ekosistem Ekspor Nasional Lewat Kegiatan Ini
- Protes SPMB Jawa Barat, Ibu-Ibu di Bandung Masak Bala-Bala dan Cireng di Depan Kantor DPRD
- Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor, Bea Cukai Jalin Sinergi dengan Pemda-Pelaku Usaha
- Usulkan Dapur MBG Berbasis Sekolah, Ketum Logis 08 Anshar Ilo: Solutif, Lebih Efektif dan Tepat Sasaran
- SMP Islam Al Azhar 8 Bekasi Raih Peringkat Pertama TKA Kota Bekasi 2026
JPNN.com




