Pemerintah Akan Groundbreaking 5 PSEL, Olah 7.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

Pemerintah Akan Groundbreaking 5 PSEL, Olah 7.000 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers di Istana Negara, pada Rabu (22/4). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

Kemudian, proyek keempat adalah PSEL Yogyakarta Raya dengan kapasitas 1.000 ton per hari.

Proyek yang akan melayani Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul ini telah diumumkan lelangnya pada awal April lalu.

Kelima, PSEL Bandung Raya direncanakan memiliki kapasitas terbesar, yakni 1.853 hingga 2.131 ton per hari yang akan melayani enam daerah, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.

"Selain itu, terdapat pula proyek di Kota Palembang yang kini proses konstruksinya mencapai 74 persen, dengan target operasional Oktober 2026," kata dia.

Qodari menuturkan bahwa groundbreaking ini diharapkan dapat mendukung target pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi di 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 2029.

Jika seluruhnya terealisasi, kapasitas pengolahan sampah menjadi energi dapat mencapai 33.000 ton per hari, atau setara hampir 23 persen dari total timbulan sampah nasional pada 2029.

Dia menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya mengatasi krisis pengolahan sampah, yang saat ini mencapai 141.296 ton per hari, tetapi juga mendukung transisi energi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan (EBT).

"Ini menegaskan komitmen pemerintah melalui PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular," tuturnya. (mcr4/jpnn)


Pemerintah akan memulai pembangunan (groundbreaking) lima proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), di sejumlah titik di Indonesia pada Juni


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News