Pemerintah Sudah Bahas Stok Cuma BBM 20 Hari, Dasco DPR Minta Masyarakat Tidak Panik

Pemerintah Sudah Bahas Stok Cuma BBM 20 Hari, Dasco DPR Minta Masyarakat Tidak Panik
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) ditemui di Kota Bandung, Kamis (5/3/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Antrean panjang di SPBU mulai terjadi di beberapa daerah menyusul beredarnya isu tentang stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang hanya cukup untuk 20 hari.

Menipisnya stok BBM dikarenakan terhambatnya kapal tangki yang mengangkut minyak bumi, sebab ketegangan di Timur Tengah.

Selat Hormuz sebagai jalur utama lalu lintas minyak dunia untuk sementara waktu ditutup dikarenakan pecahnya perang yang melibatkan negara Amerika Serikat - Israel dengan Iran.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pembahasan mengenai geopolitik dan hal-hal krusial lainnya sudah dilakukan melalui pertemuan terbatas yang dihadiri dirinya bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya.

"Kemarin itu, terutama kami bicara situasi geopolitik, tapi kemudian juga yang ada dampaknya terhadap dalam negeri, kemudian kami juga mengevaluasi tentang kebutuhan-kebutuhan rakyat dalam menghadapi puasa dan Lebaran," kata Dasco di Kota Bandung, Kamis (5/3/2026).

Menurut Dasco, salah satu pembahasan ialah stok BBM yang menurut pemerintah hanya tersisa untuk 20 hari.

Pemerintah pun sudah punya skenario untuk menanggulangi permasalahan jika hal itu benar terjadi.

"Kemarin memang kami bahas juga yang namanya persediaan minyak, tapi juga kemudian kami bicara mitigasi bagaimana ketika minyak yang dari sumber sekarang kami ambil itu terjadi kesulitan," ujar Dasco.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco meminta masyarakat jangan panic buying dalam pembelian stok BBM, di tengah ketegangan Timur Tengah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News