Pemerintah Intensifkan Penertiban Tambang Ilegal, Satgas PKH Bidik 75 Perusahaan
jpnn.com - Pemerintah melalui lintas kementerian dan lembaga terus meningkatkan intensitas penertiban aktivitas pertambangan ilegal guna memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam (SDA).
Langkah tersebut diambil menyusul indikasi kebocoran penerimaan negara yang signifikan akibat praktik penambangan tanpa izin serta pelanggaran dalam rantai pasok komoditas mineral.
Penegakan hukum di sektor pertambangan mineral kini tengah menjadi sorotan di Kalimantan Barat.
Tim penyidik Kejaksaan Tinggi setempat baru saja melakukan upaya paksa berupa penggeledahan di lima lokasi strategis terkait dugaan tindak pidana korupsi pada aktivitas pertambangan bauksit.
Operasi ini menyasar dokumen-dokumen krusial yang berkaitan dengan aktivitas penjualan ekspor hingga proses perizinan usaha di wilayah tersebut.
Penggeledahan tidak hanya dilakukan pada kantor perusahaan di Kabupaten Ketapang, tetapi juga merambah ke sejumlah instansi regulator di Pontianak, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan ESDM, hingga Kantor Inspektur Tambang Kementerian ESDM.
Langkah itu merupakan bagian dari proses hukum yang profesional untuk memastikan akuntabilitas dalam sektor pertambangan bauksit, mengingat wilayah konsesi perusahaan tersebut mencakup area strategis di Kecamatan Matan Hilir Utara dan Nanga Tayap.
Upaya pembersihan tersebut sejalan dengan langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melalui Satgas Halilintar yang terus mempercepat penguasaan kembali lahan pertambangan yang melanggar ketentuan.
Hingga akhir tahun ini, Satgas PKH menargetkan sebanyak 75 perusahaan tambang yang dinilai bermasalah masuk daftar penertiban fisik.
- Prabowo Baca Surat Siswa SMK Negeri 1 Sorong, Isinya Begini
- Penataan Ulang Arah Pembangunan Desa Era KDMP Jadi Fokus FGD Kades di Bojonegoro
- Ingin Mendompleng Demo Mahasiswa di Jakarta, 2 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap
- Teori Harga
- Puluhan Perusahaan Raih Penghargaan di Ajang Indonesia HR Excellence 2026
- Jusuf Kalla Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo di Istana, Singgung Angka Rp 70 T
JPNN.com




