Pemerintah Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla
jpnn.com, JAMBI - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyiapkan penguatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memaksimalkan potensi awan hujan yang tersedia.
Berdasarkan informasi BMKG, peluang awan hujan di Jambi diperkirakan meluas pada 10-15 September.
Potensi awan hujan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha (STS) Jambi Ibnu Sulistyono dalam Rakor Karhutla di Jambi, Selasa (2/9).
Rakor ini dipimpin oleh Menhut Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, dihadiri oleh kepala daerah, TNI Polri, Manggala Agni Kemenhut.
Potensi awan hujan saat ini disebut masih terbatas di sejumlah wilayah Jambi. Namun, pada periode 10-15 September, peluang munculnya awan hujan diperkirakan mencakup wilayah Jambi secara lebih luas.
Menhut Raja Antoni sebelumnya menegaskan bahwa setiap potensi awan hujan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi September yang disebut sebagai periode penting dalam penanganan karhutla.
“Hal yang paling efektif itu OMC, itu nggak ada lawan. Baik itu hujan alami maupun itu OMC, hujan. Karena hanya dengan OMC itu persoalan karhutla dapat diselesaikan,” ujar Menhut Raja Antoni.
Berdasarkan informasi BMKG, peluang awan hujan di Jambi diperkirakan meluas pada 10-15 September.
- Menko Polkam Ancam Tindak Perusahaan yang Lalai Tangani Karhutla di Sumsel
- Tangani Karhutla Sebangau dengan Perkuat Strategi Putus Kepala Api
- Pasca-karhutla di Bromo, Paiton Energy Dukung Pemulihan Akses Air Bersih
- Hujan Diprediksi November, Menhut Minta Kewaspadaan Tetap Diperkuat Tangani Karhutla
- Polisi Tetapkan 9 Tersangka Korporasi dan 223 Perorangan terkait Karhutla
- BNPB Bilang 663 Hektare Area Terbakar Berstatus Lahan Gambut
JPNN.com




