Pemerintah Tempuh 8 Langkah Strategis Pulihkan NTT Pascagempa
Poin keenam, pemerintah menargetkan pemulihan fasilitas vital seperti jaringan listrik, air bersih, BBM, dan komunikasi dapat berfungsi normal secara terbatas dalam waktu tujuh hari, sekaligus menegaskan agar pendataan kerusakan rumah warga dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai.
Pendataan awal yang cepat sangat dibutuhkan agar skema pembangunan hunian sementara (huntara) atau perbaikan rumah dapat langsung dieksekusi.
Ketujuh, kepala BNPB mengoordinasikan pengerahan alutsista lintas lembaga, termasuk armada helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB.
Seluruh alutsista udara dan laut ini difokuskan penuh untuk menembus titik-titik tersulit demi mengangkut bahan pangan, selimut, dan tenda pengungsian.
Terakhir, kepala BNPB menginstruksikan pengoperasian Media Center resmi yang menggelar press briefing rutin setiap sore pukul 17.00 WITA.
Kehadiran media center ini ditujukan untuk menyajikan pembaruan data secara transparan dari hari ke hari (day-to-day) sekaligus meredam simpang siur informasi dan disinformasi di tengah masyarakat.
“Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa diminimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore," tambah Suharyanto. (dit/jpnn)
Pemerintah melakukan delapan langkah strategis untuk memulihkan NTT pascagempa bermagnitudo 7,7.
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi
- Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, 20 Rumah dan 3 Gereja Rusak
- Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Tidak Berpotensi Tsunami
- AEON Indonesia Serahkan Donasi Rp 233,1 Juta untuk Korban Gempa NTT Melalui Baznas
- Peduli Gempa NTT, Bea Cukai Labuan Bajo Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Sejumlah Wilayah
- Bambang Demokrat Bantah Kepala BNPB soal Karhutla Kalimantan
- Kepala BNPB Klarifikasi Pernyataan “Kehidupan Normal” di Tengah Karhutla Kalimantan
JPNN.com




