Pemilih Prabowo Subianto Banyak Tolak Pilkada Melalui DPRD, Lihat Angkanya
"Ini terlihat bahwa di pemilih capres yang lama, siapa pun pilihan capresnya, mayoriyas menolak pilkada melalui DPRD," ujar Ardian.
LSI Denny JA dalam temuan teranyar juga mengungkap alasan publik menolak pilkada melalui DPRD.
Ardian menyebut satu di antaranya ialah memori kolektif masyarakat Indonesia yang selama sekitar 20 tahun sudah merasakan pemilihan langsung.
"Jika semua berubah dengan perubahan yang tidak berdasar terhadap asumsi yang bs diterima publik, tentu penolakan juga berat," ujarnya.
Selain itu, alasan publik menolak pilkada melalui DPRD, karena rakyat tidak percaya lembaga legislatif.
"Berbagai riset, DPRD maupun DPR masuk ke institusi yang rendah trust publiknya," ujar Ardian.
LSI Denny JA melibatkan 1200 responden untuk melaksanakan survei Mayoritas Publik Menolak Pilkada Oleh DPRD.
LSI Denny JA memilih responden berdasarkan metodologi multi-stage random sampling yang diwawancara secara tatap muka kuisioner. (ast/jpnn)
Sebanyak 67,1 persen pemilih Prabowo Subianto pada 2024 menolak pilkada melalui DPRD dan tetap ingin kontestasi secara langsung.
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan
- Massa Aksi di DPRD Jabar Bubar, Sempat Diwarnai Lemparan Petasan
- Ramangsa Institute Gugat Pasal 187 UU Pilkada ke MK, Soroti Ketidakpastian Hukum
- Gubernur Iqbal Beri Insentif Tambahan Bagi Guru PPPK Paruh Waktu, DPRD NTB: Kami akan Kawal
- LKPJ 2025 Disetujui, Herman Deru Pastikan Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD
- KPK Usul Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Sahroni Nasdem: Kami Dukung
- PKS Keluarkan Surat Ganti Khoirudin dari Jabatan Ketua DPRD DKI
JPNN.com




