Pemilu Raya PSI dan Demokrasi Internal Partai Politik
Oleh: Endang Tirtana
jpnn.com - Seusai gelaran Pemilu 2024, partai-partai politik pun menyelenggarakan pemilihan ketua umum masing-masing.
Gelombang pertama pada Agustus 2024 lalu, sejumlah partai yang menguasai kursi parlemen telah menggelar kongres atau muktamar.
Nasdem, PKB, dan PAN menetapkan kembali ketua umumnya untuk masa jabatan periode berikutnya, sementara itu Golkar sempat diwarnai gunjang-ganjing.
Airlangga Hartarto yang telah menjabat Ketua Umum Golkar sejak 2017 memilih mengundurkan diri, di tengah persiapan partai-partai menjelang Pilkada Serentak.
Musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Golkar kemudian menetapkan Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum yang baru secara aklamasi.
Gerindra yang notabene pemenang dalam pemilihan presiden juga telah menggelar kongres luar biasa (KLB) pada Februari 2025.
Presiden Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai ketua umum untuk lima tahun ke depan, sekaligus menduduki posisi ketua Dewan Pembina Gerindra.
Partai-partai lainnya masih mengagendakan pemilihan ketua umum, termasuk PDIP yang merupakan pemenang pemilu legislatif.
Terobosan menarik muncul pada rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk memilih ketua umumnya secara langsung dengan melibatkan seluruh anggota partai
- Demokrasi di Persimpangan Jalan: Memaknai Aksi BEM UI Sebagai Alarm Perbaikan
- Analisis Kebijakan Publik dan Hukum dalam Perspektif SK Dapur 3T BGN
- Al Araf: Penguntitan Islah Bahrawi Ancaman Serius Terhadap Kebebasan Sipil dan Demokrasi
- Dari Hormuz ke Jakarta: Membaca Perang AS–Iran dan Implikasinya bagi Indonesia
- Di Palembang, Kaesang & Gubernur Sumsel Herman Deru Asyik Nobar Timnas Vs Oman
- Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Akan Turun Gunung Akhir Juni
JPNN.com




