Pemkot Mengaku Kecolongan dengan Hadirnya Pusat Judi ala Kasino di Bandung
jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Kota (Bandung) mengaku kecolongan atas beroperasinya tempat judi ala kasino yang berkamuflase menjadi lapangan futsal – billiard di Jalan Ahmad Yani, Kosambi, Kota Bandung.
Tempat judi konvensional itu baru beroperasi selama tiga hari dengan omzet mencapai Rp3 miliar.
Lokasinya yang tersamarkan membuat petugas Satpol PP pun tak bisa menindaknya.
“Jadi itu memang sangat mengejutkan. Terus terang kami merasa kecolongan, tetapi kami sangat mengapresiasi kerja dari kepolisian dan ini koordinasinya langsung dari Mabes Polri,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat ditemui di Bandung, Rabu (18/6).
“Saya baru dapat informasinya lengkap beberapa jam yang lalu. para pelakunya semuanya ternyata orang Bandung,” sambungnya.
Menurut Farhan, penggerebekan tempat judi ala kasino itu dilakukan dalam operasi senyap gabungan Polda Jabar dan Polrestabes Bandung.
Kewilayahan mengaku tidak terlibat dan tidak tahu menahu ihwal operasi yang dilaksanakan pada Selasa dini hari kemarin.
“Karena enggak keliatan. Ini operasi rahasia, operasi silent dari Mabes Polri,” imbuhnya.
Pemkot mengaku kecolongan atas beroperasinya tempat judi ala kasino yang berkamuflase menjadi lapangan futsal – billiard di Kosambi, Kota Bandung.
- Andaikan Persib Juara, Wali Kota Sudah Siapkan Jalur Konvoi
- Kasus Judi Online Hayam Wuruk Diduga Libatkan Pengusaha Hiburan Malam
- Guru Honorer Hanya Sampai Akhir 2026, Pemkot Bandung Cari Skema Baru
- Sepekan Lebih, Ratusan Rumah di Rancabolang Bandung Masih Terendam Banjir
- Ikut Kebijakan Pemerintah Pusat, Pemkot Bandung Terapkan WFH ASN Mulai Jumat Ini
- Pemkot Bandung Kaji Wacana WFA hingga PJJ untuk Menghemat BBM
JPNN.com




