Pemkot Solo Kesulitan Tangani Kawasan Kumuh di Bantaran Kali

Pemkot Solo Kesulitan Tangani Kawasan Kumuh di Bantaran Kali
Wilayah bantaran sungai dan bantaran rel yang ada di Kelurahan Gilingan Surakarta. Foto : Romensy Augustino/JPNN.com

jpnn.com, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih kesulitan untuk melakukan penanganan pada beberpa titik kawasan kumuh di wilayahnya

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan pemkot sudah tidak memiliki lahan untuk merelokasi warga yang tinggal di bantaran sungai.

"Kami belum bisa memastikan bagaimana penanganan kawasan kumuh khususnya yang terletak di bantaran kali," ungkap Teguh, Selasa (1/12).

Menurutnya, hingga akhir tahun ini tercatat 20 persen kawasan di Kota Solo masuk dalam kategori kawasan kumuh.

"Kawasan kumuh di Solo/Surakarta masih berkisar 20 persen. Artinya, ada titik-titik yang belum selesai," jelasnya.

Pemkot Solo saat ini baru melakukan penanganan kawasan kumuh yang ada di ujung wilayah Kelurahan Semanggi hingga ujung Kelurahan Sangkrah.

"Bantaran anak sungai Bengawan Solo masih banyak kawasan kumuhnya. Kalau tidak segera diselesaikan mereka yang tinggal di situ akan terkena luapan air," jelas Teguh.

Adapun wilayah bantaran sungai yang dimaksud Teguh di antaranya, wilayah Kelurahan Kleco, Laweyan, Panularan, Tipes, dan Joyontakan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih kesulitan untuk melakukan penanganan pada beberpa titik kawasan kumuh yang ada di wilayahnya