Pemprov Jateng Susun Strategi Penguatan Fiskal agar APBD 2026 Berjalan Optimal
Dia juga menyoroti piutang pajak dari sektor opsen pajak yang harus segera dituntaskan.
Selain efisiensi internal, Gubernur juga mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengoptimalkan kinerjanya dan harus berorientasi pada hasil nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“BUMD harus memberikan kontribusi nyata bagi Pemprov, bukan untuk Gubernur atau Sekda secara pribadi. Orientasinya harus hasil untuk kemakmuran masyarakat," tegasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno menambahkan akselerasi pendapatan dan penajaman efisiensi belanja menjadi kunci kesehatan anggaran.
Berdasarkan data tahun 2025, realisasi pendapatan daerah mencapai 96,38 persen dari target.
Sumarno mengakui adanya tantangan berat di sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) akibat kondisi ekonomi makro dan kebijakan nasional terkait kendaraan listrik yang membebaskan biaya BBNKB.
Untuk menjaga keseimbangan fiskal di tahun 2026, Pemprov Jateng berencana melakukan penyesuaian anggaran sebesar Rp 814 miliar melalui dua jalur.
Pertama, optimalisasi pendapatan yang berfokus pada peningkatan kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Alat Berat, dan Pajak Air Permukaan. Sektor-sektor ini akan diakselerasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyusun strategi penguatan fiskal guna memastikan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 berjalan optimal.
- Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional, Perputaran Ekonomi Diperkirakan Capai Rp 1,2 Triliun
- Groundbreaking Desember 2026, PSEL Semarang Raya Ditargetkan Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik
- Gubernur Ahmad Luthfi Ringankan Beban Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
- Melayat ke Rumah Duka Mozza, Ahmad Luthfi Akan Mengawal Penanganan Kasus Hingga Tuntas
- Gubernur Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Perlindungan Warga Menjadi Prioritas
- Jateng Catat 615 Kebakaran Hingga Agustus 2026, Sekda: Tingkatkan Kompetensi Relawan
JPNN.com




