Pendekar 08 Hadirkan Keceriaan Anak-Anak Korban Gempa NTT
Di sisi lain, proses pemulihan perlahan mulai terlihat. Komandan Kodim 1612/Manggarai Letkol Amos Comenius Silaban mengatakan jumlah masyarakat yang masih bertahan di posko terpadu saat ini sekitar 600 orang.
Jumlah tersebut berkurang dibandingkan awal masa tanggap bencana yang mencapai lebih dari 1.000 pengungsi.
Sebagian masyarakat telah kembali ke lingkungan tempat tinggalnya dan mulai menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Saat ini posko ini dihuni oleh lebih kurang 600 pengungsi, di mana pengungsi-pengungsi yang ada di sini awalnya lebih dari 1.000 tetapi karena memang sudah ke hari ke-16 banyak masyarakat yang sudah kembali dan beraktivitas di rumah,” ujar Silaban.
Warga yang masih bertahan di posko umumnya merupakan masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau runtuh sehingga belum memungkinkan untuk kembali.
Penanganan warga dilakukan melalui posko terpadu dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, BNPB, hingga unsur sukarelawan.
Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersedia, berbagai kegiatan juga dilakukan agar kehidupan warga selama berada di pengungsian dapat tetap berjalan.
Silaban mengatakan kebutuhan logistik hingga kebutuhan dapur masih diperlukan selama masyarakat berada di posko.
Anak-anak yang masih tinggal bersama keluarga mereka di lokasi pengungsian korban gempa NTT antusias mengikuti berbagai kegiatan bersama relawan Pendekar 08
- SGM Hadirkan Kampanye 'Bunda Lebih Maju' untuk Dukung Para Ibu
- Gubernur Ahmad Luthfi Bantu Biaya Kos 224 Mahasiswa NTT Terdampak Gempa
- Baznas Salurkan 875 Paket Makanan untuk 3.500 Pengungsi di Gaza
- Alhamdulillah, Penyintas Gempa Manggarai Timur Kini Tempati Huntara
- Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Dokter Ungkap Alasannya
- 23 Tahun Al Qohhar, Berawal dari Amanat Guru hingga Dampingi 1.252 Anak Yatim
JPNN.com




