Peneliti Independen Soroti Menguatnya Militer di Ranah Sipil Hingga Bongkar Dugaan Cetak Biru Elektoral 2029

Peneliti Independen Soroti Menguatnya Militer di Ranah Sipil Hingga Bongkar Dugaan Cetak Biru Elektoral 2029
Peneliti kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan Gian Kasogi (tengah) saat diskusi publik bertajuk “Remiliterisme dan Masa Depan Demokrasi Indonesia: Mendedah Reformasi Sektor Pertahanan, Supremasi Sipil, dan Ancaman terhadap Hak Asasi Manusia” yang digelar di Jakarta, Jumat (29/5/2026). Foto: Source for JPNN.com

“Dalam sejarah politik, tidak ada hubungan kekuasaan yang absolut dan permanen,” katanya.

Menurut Gian, akumulasi posisi strategis yang kini melekat pada figur Menteri Pertahanan — mulai dari Menhan, Ketua Harian DPN, hingga Ketua Pengarah Satgas PKH — secara objektif menempatkan sosok tersebut dalam bursa calon presiden potensial.

Ia menilai kekuatan elektoral tidak lagi hanya ditentukan popularitas dan survei, melainkan kemampuan menguasai infrastruktur kekuasaan.\

“Ketika satu lingkaran menguasai logistik pangan, intelijen komunikasi, jaringan siber, batalyon teritorial di ratusan kabupaten, hingga holding tambang terbesar, maka itu otomatis berubah menjadi political capital yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut dia, situasi tersebut memunculkan paradoks kekuasaan.

“Struktur yang awalnya dibangun untuk memperkuat pemerintahan hari ini, secara mekanis justru menyediakan infrastruktur politik yang sangat lengkap jika suatu saat para elite itu harus berhadapan dalam gelanggang elektoral 2029,” kata Gian.

Alarm Bagi Demokrasi

Di akhir pemaparannya, Gian menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak bisa lagi dipandang sekadar kritik akademik biasa.

Peneliti kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan Gian Kasogi menilai sedang terjadi perluasan kekuasaan sektor pertahanan dan militer secara sistematis.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News