Peneliti Independen Soroti Menguatnya Militer di Ranah Sipil Hingga Bongkar Dugaan Cetak Biru Elektoral 2029
Dia menyebutnya sebagai early warning bagi masa depan demokrasi Indonesia.
"Ketika pendekatan keamanan mulai digunakan untuk menyelesaikan urusan hutan, koperasi, pangan, sampai tambang, maka supremasi sipil, HAM, dan ruang demokrasi sedang diuji,” ujarnya.
Gian pun mempertanyakan apakah kelompok-kelompok sipil dan kekuatan politik lain akan terus terbuai oleh narasi stabilitas nasional, atau mulai menyadari adanya konsolidasi kekuasaan jangka panjang yang sedang berlangsung.
"Satu hal yang pasti, siapa yang menguasai cetak biru regulasi dan urat nadi geoekonomi, dialah yang selangkah lebih maju menuju puncak kekuasaan,” kata dia.
Sebagai informasi, diskusi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, yakni Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) Jaleswari Pramodhawardani, Direktur LIMA Indonesia Ray Rangkuti, analis sosial-politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun, dosen pascasarjana Universitas Nasional Firdaus Syam, Manajer Program Indonesia for Global Justice M. Aryanang Irsal, serta peneliti hukum dan litigasi strategis Saiful Hidayatullah.
Kegiatan itu turut dihadiri peneliti, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum.(fri/jpnn)
Peneliti kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan Gian Kasogi menilai sedang terjadi perluasan kekuasaan sektor pertahanan dan militer secara sistematis.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Adi Prayitno Sebut Jokowi Aktif Berpolitik demi Menjaga Relevansi Gibran dan PSI
- Elektabilitas Prabowo Merosot, Pengamat Ungkit Reshuffle Menteri
- Ratusan Organisasi hingga Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil
- Soroti Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie, Peneliti Kebijakan Publik dan Pakar Hukum Minta Aktor di Balik Kasus Diungkap
- Tegar Bimantoro Tanggapi Insiden Ledakan di Purwakarta, Simak
- Dari Monroe ke Asta Cita
JPNN.com




