Senin, 22 Juli 2019 – 12:30 WIB

Pengakuan Komjen Iwan Bule soal Pertemuannya dengan Novel Baswedan

Kamis, 11 Juli 2019 – 20:18 WIB
Pengakuan Komjen Iwan Bule soal Pertemuannya dengan Novel Baswedan - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Tim pencari fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sempat meminta keterangan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochamad Iriawan. Sebab, petinggi Polri yang akrab disapa dengan panggilan Iwan Bule itu sempat beberapa kali bertemu Novel sebelum peristiwa penyiraman air keras pada April 2017.

Iwan mengaku sempat dua kali bertemu penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Pertemuan pertama di Polda Metro Jaya untuk membawas wacana kolaborasi penanganan kasus antara kepolisian dan KPK.

“Kemudian ditanya lagi, kapan lagi pernah ketemu. Saya jawab pernah ke rumahnya (Novel) diajak Haji Arif. Waktu itu karena anaknya lahir yang namanya Umar, saya silaturahmi. Ya itu saja, sudah,” ujar Iwan saat dihubungi, Kamis (11/7).

Lebih lanjut Iwan mengatakan, Haji Arif yang pernah menjadi anak buahnya di Polda Metro Jaya merupakan sahabat Novel. Namun, Haji Arif bukan polisi lagi karena terpilih menjadi wakil bupati Kebumen.

“Haji Arif sudah jadi wakil bupati Kebumen, dia sudah tidak polisi. Kemudian kami diskusi di kantor terkait penanganan kasus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi,” beber Iwan.

Iwan menambahkan, dirinya pernah memperingatkan Novel soal adanya ancaman. Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas itu beralasan, Novel merupakan penyidik kasus-kasus korupsi yang melibatkan banyak orang penting.

“Kalau memperingatkan seorang polisi kan wajar saja, apalagi kepada penyiidk KPK. Ya wajar, tetapi bukan berarti saya tahu siapa pelakunya dong, kan begitu,” tegasnya.

Iwan menegaskan, pemintaan klarifikasi oleh TPF pun bukan untuk berita acara pemeriksaan (BAP). “Kalau periksa itu kan dimasukan ke berita acara pemeriksaaan, diklarifikasilah,” tegasnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar