Pengamat Ingatkan Negara Tak Melupakan Urusan Rakyat Paling Dasar
jpnn.com, JAKARTA - Negara dianggap ganjil dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemerintah disebut sibuk mengerjakan hal yang tidak perlu, namun melupakan mengurus rakyatnya.
Demikian disampaikan pengamat hukum dan politik Dr Pieter C Zulkifli.SH., MH. dalam catatannya diterima pada Selasa (17/3/2026).
Dia berpandangan negara mulai melupakan urusan yang paling dasar bagi rakyatnya.
"Regulasi lahir silih berganti, diplomasi luar negeri dipamerkan, sementara urusan paling mendasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, sering terasa berjalan di tempat," kata Pieter Zulkifli.
Pieter Zulkifli menilai bila kritik terhadap pemerintah dalam situasi seperti ini sebuah keharusan bukan lagi hanya sekadar.
Dia bahkan mengajak publik melihat hal ini secara jernih.
"Bagaimana negara yang rajin membuat aturan justru tampak lalai menyentuh kehidupan rakyatnya sendiri," ucapnya.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini memberikan sebuah refleksi tajam tentang republik yang tampak sibuk bekerja, tetapi sering lupa kepada siapa sebenarnya kekuasaan itu harus diabdikan.
Regulasi lahir silih berganti, diplomasi luar negeri dipamerkan, sementara urusan paling mendasar seperti pendidikan, kesehatan terasa berjalan di tempat.
- Prabowo: yang Memberi Makan TNI adalah Rakyat
- Bakom Seharusnya Diisi Praktisi PR, Komunikasi Pemerintah Tidak Cukup Hanya Publikasi
- Hardjuno: Pemerintah Mengaku Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas
- Pemerintah Lanjutkan Program Magang Vokasi dan PPh Pasal 21 untuk Pekerja Pada 2027
- Pemerintah Diminta Tak Pukul Rata Evaluasi IUP, Tambang Taat Aturan Harus Beroperasi
- Dua Perusahaan Pertanyakan Dasar KKP Melakukan Penyegelan Seusai Sita 1.048 Ton Udang Impor
JPNN.com




