Pengamat: Makna Reshuffle Bagi Prabowo Tidak Lebih dari Memutar Posisi
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengutip istilah Mandailing soal 'i tu si' menyikapi reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (27/4) kemarin.
"Artinya itu itu saja. Begitulah situasi reshuffle yang baru dilakukan oleh Presiden Prabowo," kata Ray melalui layanan pesan, Selasa (28/4).
Menurut pengamat politik itu, Prabowo dalam reshuffle pada Senin kemarin hanya mengangkat orang yang pernah diberhentikan, lalu merotasi figur lain.
"Ya, lagi-lagi, makna reshuffle bagi Prabowo tidak lebih dari memutar-mutar posisi di antara orang-orangnya sendiri," kata Ray.
Aktivis prodemokrasi itu menyebut Prabowo selama menjabat Presiden RI sudah lima kali mereshuffle kabinet.
Menurut dia, reshuffle selama ini hanya berupa rotasi jabatan dan mengutak-atik sosok di luar lingkaran partai.
"Satu-satunya anggota kabinet dari parpol yang pernah direshuffle oleh Prabowo hanyalah Dito Ariotedjo dari Golkar," katanya.
Dia mengatakan langkah Prabowo yang tak banyak utak-atik anggota kabinet dari partai sebagai praktik filosofi Kepala Negara lebih memilih politik 'harmoni' daripada perubahan.
Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti menyebut reshuffle era Prabowo hanya berupa rotasi jabatan dan mengutak-atik sosok di luar lingkaran partai.
- Prasetyo Hadi Singgung Pesan Prabowo soal Tugas Berat Melawan Korupsi
- Pengamat: Teddy Indra Wijaya Layak Dipercaya Prabowo
- Reshuffle Kabinet Disebut jadi Momentum Prabowo Perkuat Stabilitas & Kepercayaan Publik
- Lewat Pasrah
- Menurut Yusril, Presiden Prabowo Pantau Kasus Korupsi di Imigrasi Layaknya BGN
- PP PMKRI Dukung Diplomasi Aktif Prabowo, tetapi Tuntut Akuntabilitas Publik Atas Kunjungan ke Luar Negeri
JPNN.com




