Pengamat Nilai Prabowo Tak Perlu Bangun Universitas Baru, Cukup Perkuat Kampus
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan Anwar Abbas menyoroti rencana Presiden Prabowo Subianto mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI).
Anwar menilai gagasan membangun perguruan tinggi baru untuk mencetak calon pemimpin dan birokrat memang merupakan langkah yang baik.
Namun, Indonesia juga membutuhkan ilmuwan, teknologi, dan wirausahawan andal guna mempercepat kemajuan bangsa.
“Negeri ini tidak hanya butuh pemimpin, tetapi juga para ilmuwan, teknolog, dan pengusaha yang handal,” ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (25/7).
Dia menyebutkan rencana Prabowo mendirikan URI terinspirasi dari lembaga pendidikan elite Prancis, L’École nationale d’administration (ENA) yang kini dikenal sebagai Institut National du Service Public (INSP), untuk mencetak pemimpin dan birokrat berkualitas.
Menurut Anwar, tujuan tersebut tidak keliru karena Indonesia memang membutuhkan sosok pemimpin yang patriotik, berdedikasi, dan memiliki nasionalisme tinggi.
Meski demikian, dia mengingatkan pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pemimpin.
Indonesia juga membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan.
Anwar menilai gagasan membangun perguruan tinggi baru cukup baik, namun mestinya memaksimalkan universitas yang sudah ada
- Analisis Andi Widjajanto soal Demokrasi Terpuruk & Publik Kian Tak Puas pada Prabowo
- Puji Pidato Prabowo di Vladivostok, Sultan: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan SDA di Daerah
- Seusai Bertemu Tangan Kanan Prabowo, 10 Forum PPPK & PPPK Paruh Waktu Batal Demo
- Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Telkom Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas
- Bertemu Putin di Vladivostok, Prabowo: Rusia Adalah Mitra Sangat Penting
- Prabowo dan Seni Menjinakkan Paradoks
JPNN.com




