JPNN.com

Pengamat: Perbankan Sehat, Ekonomi Indonesia Pasti Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19

Senin, 13 Juli 2020 – 14:16 WIB
Pengamat: Perbankan Sehat, Ekonomi Indonesia Pasti Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19 - JPNN.com
Pengamat ekonomi Andrew Parengkuan. Foto: dok pri untuk jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Langkah penguatan sektor perbankan dinilai sangat tepat untuk menopang ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Pengamat ekonomi Andrew Parengkuan mengatakan masalah perbankan kali ini tidak bisa disamakan dengan krisis moneter di tahun 1998.

“Saat ini kita lebih siap menghadapi krisis, terutama dalam hal pengawasan. Terbukti dengan adanya lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan banyak lagi. Dengan demikian perbankan tetap berjalan sesuai dengan ‘rules’-nya,” kata pria yang sudah puluhan tahun bergelut sebagai praktisi perbankan ini.

Andrew menambahkan, kondisi yang relatif baik ini terbukti dengan CAR (Capital Adequacy Ratio atau rasio kecukupan modal) Perbankan saat ini ada di angka 22.08 persen, menurut catatan April 2020.

“Kondisi ini sangat berbeda dengan keadaan pada krisis tahun 1998 lalu di mana banyak nank yang CAR-nya di bawah 4 persen,” jelasnya.

Ia menggarisbawahi langkah cepat pemerintahan Presiden Jokowi yang dengan sigap telah membuat rambu-rambu jasa keuangan.

“Keluarnya payung hukum berupa Perppu No. 1 Tahun 2020 yang memungkinkan perusahaan perbankan segera melakukan restrukturisasi kredit kepada para nasabahnya, untuk menghindarkan terjadinya gagal bayar,” papar Andrew.

Sebagaimana diketahui, di masa Pandemi COVID-19 ini, Presiden Jokowi telah merilis Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
budi