Pengamat: PLN Jadi Perusahaan Lilin Negara Jika Tak Perbaiki Kinerja
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi menyoroti pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Fahmi menekankan gangguan distribusi energi ini sangat membebani masyarakat.
"Pemadaman listrik bergilir sudah pasti sangat merugikan bagi kosumen industri dan rumah tangga," kata Fahmi, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (22/6).
Bagi sektor industri, pemadaman memaksa pelaku usaha untuk mengandalkan generator set (genset) sebagai cadangan daya.
Namun, penggunaan alat tersebut secara langsung berkontribusi pada membengkaknya biaya operasional perusahaan.
Sementara itu, konsumen rumah tangga menghadapi kendala yang lebih mendasar.
Keterbatasan akses terhadap genset membuat banyak keluarga terpaksa menggunakan lilin sebagai alat penerangan saat listrik padam di malam hari.
Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjelaskan pemadaman ini dipicu gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) utama di Jawa.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi menyoroti pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
- Kebutuhan Listrik Pada 2060 Diproyeksi Melonjak, PLN Siap Pangkas Penggunaan Diesel
- Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah, Bukti BUMN Bersaing di Pentas Global
- PLN Indonesia Power Bangun Ekosistem Energi Terintegrasi
- PLTA Batangtoru Kembangkan EBT Lengkap dengan Teknologi & Infrastruktur Mutakhir
- PT Geo Dipa Energi Siap Bangun Pembangkit Listrik Geothermal Berkapasitas 965 MW
- Danantara Ciptakan Ekonomi Hijau via Pelindo
JPNN.com




