Penganiayaan Muhammad Kece Akibat Masalah Individu, Masyarakat Jangan Terprovokasi

Penganiayaan Muhammad Kece Akibat Masalah Individu, Masyarakat Jangan Terprovokasi
Arsip Foto - Irjen Pol Napoleon Bonaparte usai hadiri persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

jpnn.com, JAKARTA - Muhammad Kosman alias Muhammad Kece (MK) telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte (NB) ke Bareskrim Polri.

Saat ini, kasus itu tengah diusut Bareskrim Polri

Ahli sosiologi hukum Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah berharap masyarakat tidak terprovokasi terkait kasus penganiayaan tersebut. 

Sebab, ujar dia, kasus itu merupakan permasalahan individu. 

"Jangan terprovokasi. Ini masalah individu, bukan masalah atribut sosial sebagai muslim," kata Trubus Rahadiansyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/9). 

Trubus menilai tindakan Napoleon Bonaparte dianggap tidak proporsional dengan mengangkat alasan membela agama Islam atas perbuatannya kepada publik melalui surat terbuka.

"Jadi, kalau ditinjau secara sosiologi, ada interaksi antara NB dan MK, dimana dalam interaksi itu tidak berlangsung harmonis," ujar Trubus.

Menurutnya, dalam ilmu sosiologi hukum ada pihak yang memperoleh perlakuan sebagai stimulus pesan, dimaknai secara berbeda. 

Trubus Rahadiansyah berharap masyarakat tidak terprovokasi terkait kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kece.