Penggunaan Biodiesel B50 Disebut Tak Ganggu Performa Mesin Diesel
jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik kehadiran bahan bakar minyak (BBM) biodiesel B50 yang resmi beroperasi di Indonesia.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua I Gaikindo Jongki D. Sugiarto seusai acara press conference GIIAS 2026 yang digelar di Jakarta Selatan pada Senin (13/7).
Dia mengungkapkan sejumlah pabrikan mobil ikut terlibat selama masa pengujian B50. Hasil pengujian pada kendaraan itu tidak mengalami masalah.
“Hasilnya bagus, jadi produsen diminta untuk menyiapkan kendaraannya. Lalu diuji coba pakai B50 jalan hingga berapa puluh ribu kilo gitu. Sejauh ini sih, aman,” kata Jongki.
Menurutnya dari hasil pengujian yang dilakukan hingga ribuan kilometer itu, memberikan optimisme terhadap implementasi bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel tersebut.
Jongki menilai bahwa keberhasilan penerapan B50, tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi kendaraan.
Kebijakan tersebut juga perlu dilihat dari sisi lebih luas, termasuk keberlanjutan industri kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel.
Menurut Jonkgi, pengembangan B50 dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan penyerapan produksi minyak sawit dalam negeri.
Sejumlah pabrikan mobil ikut terlibat selama masa pengujian B50. Hasil pengujian pada kendaraan itu tidak mengalami masalah.
- 9th Borneo Forum 2026 Soroti Peran Sawit sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia
- Performa Tetap Optimal, Kendaraan Niaga Buktikan Kesiapan Hadapi Biodiesel B50
- Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi
- Mau ke GIIAS 2026? Simak Harga Tiket Masuk dan Jadwalnya
- Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit Diresmikan
- Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
JPNN.com




