Penggundulan Hutan dan Janji-janji Kosong Mengubah Badai Dahsyat Berubah Mematikan
Senin, 06 April 2026 – 01:36 WIB
Penggundulan Hutan dan Janji-janji Kosong Mengubah Badai Dahsyat Berubah Mematikan
Berbulan-bulan setelah banjir menewaskan lebih dari ribuan jiwa di seluruh Sumatra, mereka masih berupaya keluar dari reruntuhan.
Meskipun warga yang bertahan bersemangat untuk membangun kembali, banyak di antara mereka yang hidup dalam ketakutan bencana berikutnya menanti di depan mata.
Salmawati masih ingat suara air itu.
Ia sedang tidur di rumahnya di Lokh Pungki, Sawang, Aceh, ketika ia terbangun menjelang fajar.
Di luar, sungai sudah penuh. Airnya hitam dan naiknya cepat.
Ia menarik kedua putranya dan berlari ke tempat yang lebih tinggi.
Dari lereng bukit, Salmawati menyaksikan rumahnya, yang telah ditempatinya selama 30 tahun, lenyap.
"Anak-anak bilang, 'Bu, rumah kita hilang.' Hatiku sangat hancur."
Berbulan-bulan setelah banjir menewaskan lebih dari ribuan jiwa di seluruh Sumatra, warga masih berupaya keluar dari reruntuhan
BERITA TERKAIT
- Dunia Hari Ini: Trump Mengatakan Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari
- Perangkat Sistem Pemantauan Bawah Laut Buatan Tiongkok Ditemukan di Lombok
- Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap & Klasifikasinya, Deadline Seminggu
- Kasatgas PRR Sebut 12 Daerah Terdampak Sudah Ajukan Huntap, Pemda Lain Diminta Segera
- Penduduk Tetap Australia Terancam Tidak Bisa Mengakses Skema DP Rumah 5 Persen
- Dunia Hari Ini: Kilang Minyak di Australia yang Memproduksi Solar Terbakar
JPNN.com




