Penghapusan Honorer & Seleksi PPPK Tanpa Tes Picu Manipulasi Data, Tenaga Siluman Marak

Penghapusan Honorer & Seleksi PPPK Tanpa Tes Picu Manipulasi Data, Tenaga Siluman Marak
Penghapusan honorer dan seleksi PPPK tanpa tes akan memicu manipulasi data sehingga memunculkan tenaga siluman. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Garut Dudi Abdullah memprediksikan akan muncul banyak SK bodong.

Ini dipicu oleh kewajiban pejabat pembina kepegawaian (PPK) instansi pusat dan daerah untuk menyelesaikan tenaga non-aparatur sipil negara (non-ASN) sampai 28 November 2023.

Selain itu, ada kebijakan pemerintah untuk seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini tanpa tes bagi guru honorer negeri dengan masa pengabdian di atas 3 tahun.

Itu sebabnya, kata Dudi, ketika ada pendataan honorer yang ditenggat hingga 30 September menjadi celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk memasukkan honorer bodong.

Sebab, hanya honorer yang masuk database BKN akan diselesaikan pemerintah. Apakah diarahkan ke CPNS, PPPK, outsourcing.

"Ini pasti muncul tenaga siluman sama seperti pendataan honorer K2 pada 2013," kata Dudi Abdullah kepada JPNN.com, Senin (8/8).

Munculnya honorer bodong, lanjutnya, tidak lepas dari SK bodong. Dia menyebutkan setiap kali pendataan akan bermunculan pabrik SK bodong.

Pemda disebut menjadi pabrik SK bodong, menurut Dudi sempat ramai pada 2013/2014. Itu setelah hasil pengumuman kelulusan CPNS 2013 ternyata banyak honorer bodong yang lolos. 

Penghapusan honorer dan seleksi PPPK tanpa tes akan memicu manipulasi data sehingga memunculkan tenaga siluman.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News