Kamis, 21 September 2017 – 08:14 WIB

Penipuan Berkedok iTunes di Australia Menarget Korban Lansia

Senin, 11 September 2017 – 22:00 WIB
Penipuan Berkedok iTunes di Australia Menarget Korban Lansia - JPNN.COM

Lembaga pengawas konsumen Australia (ACCC) meningkatkan peringatan mereka tentang para penipu yang menarget korban warga lanjut usia untuk membayar layanan dengan kartu hadiah iTunes.

ACCC mengatakan, sepanjang tahun ini, terdapat lebih dari 1.200 orang yang telah kehilangan $ 540.000 (atau setara Rp 5,4 miliar) akibat para penipu yang meminta nomor seri kartu iTunes dan kemudian dengan cepat menjualnya ke tempat lain untuk mendapatkan keuntungan.

Para penipu tersebut berpura-pura sebagai perwakilan dari Kantor Pajak Australia, Telstra dan Centrelink dan menghubungi korban guna menawarkan bantuan untuk mempercepat pembayaran pensiun atau untuk menyelesaikan masalah teknis.

Salah satu korban penipuan tersebut, Richard yang berusia 74 tahun dari negara bagian Victoria, mengatakan bahwa ia biasanya bisa menebak penipuan dengan cukup percaya diri.

"Ada suara dari komputer yang mengatakan bahwa mereka adalah Centrelink di Canberra, dan ada sesuatu yang salah di sistem mereka yang membuat saya memiliki piutang pensiun sebesar $ 2.480 (atau setara Rp 24,8 juta), dan saya harus menghubungi nomor ini secepatnya," kata Richard.

"[Orang yang saya ajak bicara] cukup meyakinkan, dan mengatakan bahwa untuk mengambil uang ini, saya harus membeli iTunes senilai $ 300 (atau setara Rp 3 juta).”

"Saya pergi ke Coles, membeli kartu iTunes, pulang ke rumah dan meneleponnya kembali. Saya harus memberi tahunya sejumlah angka sehingga ia bisa memvalidasi angka itu."

Begitu sang penipu memiliki kode, mereka akan menjual nilai kartu melalui internet dan beralih ke korban berikutnya.

"Jika Anda menceritakan kisah ini, saya tak akan mempercayainya. Saya akan mengatakan bahwa tak ada yang bisa sebodoh itu," kata Richard.

Skip Souncloud Track

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

SOUNDCLOUD: soundcloud_qantas_ABC_170911

Baca juga:

Waspada Penipuan oleh Profil Palsu di Tinder

Penipu targetkan lansia

Wakil ketua ACCC, Delia Rickard, mengatakan, para penipu biasanya menciptakan rasa takut atau urgensi untuk memanipulasi korban mereka.

"Banyak orang merasa itu mengganggu, tapi saya pikir yang harus kita ingat hanyalah betapa canggihnya penipu meyakinkan orang dan mematikan sisi rasional otak mereka," sebut Rickard.

"Mereka akan berpura-pura menjadi Kantor Pajak yang mengatakan bahwa Anda berutang pajak, mereka akan berpura-pura menjadi Telstra yang meminta bantuan untuk menangkap peretas, atau mungkin Centrelink yang mengatakan bahwa Anda berhak mendapatkan lebih banyak keuntungan.”

"Mereka kemudian akan meminta Anda untuk membeli dan membeli kartu hadiah iTunes. Uang itu bisa ratusan dolar, tapi terkadang bernilai ribuan dolar."

Rickard mengatakan, praktik terbaik yang harus diikuti jika Anda menerima telepon yang meminta pembayaran melalui kartu hadiah iTunes adalah segera menutup telepon.

"Seringkali mereka akan menahan Anda di telepon selama proses berlangsung, mengantar anda ke supermarket, menunggu sementara Anda membeli kartu iTunes dan kemudian membuat Anda membaca kembali nomornya," ungkap Rickard.

"Saya rasa, kelompok utama yang menjadi korban penipuan ini adalah mereka dengan usia di atas 65 tahun, dan secara keseluruhan mereka tak terlalu mengenal kartu hadiah iTunes kecuali mereka membelinya untuk cucu-cucu."

ACCC sekarang bekerja sama dengan para penjual kartu hadiah iTunes untuk melaporkan pembelian massal yang mungkin terlihat mencurigakan.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 20:20 WIB 11/09/2017 oleh Nurina Savitri.

 
SHARES
Masukkan komentarmu disini