Penjelasan Lengkap soal Dugaan PHK Massal pada Pegawai Tokopedia
jpnn.com, JAKARTA - President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo membantah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal terhadap para pekerjanya di Indonesia.
Stephanie mengaku saat ini perusahaannya bukan melakukan PHK, melainkan melakukan penataan internal atau internal mobility kepada pekerjanya.
"Tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group," kata Stephanie saat konferensi pers seusai di Jakarta, Senin (6/7).
Kendati demikian, Stephanie mengaku belum mengetahui lebih detail terkait jumlah pekerjanya yang terkena dampak itu.
Dalam proses penataan itu, menurut dia, ada sejumlah pekerjanya yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan bekerja di tempat lain.
Selain itu, kata dia, ada juga pekerja yang disalurkan ke lingkungan perusahaan lain di bawah naungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.
"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," kata dia.
Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengaku akan turun langsung menindaklanjuti isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia dan TikTok, untuk memperoleh fakta sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut.
President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo membantah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal terhadap para pekerjanya di Indonesia.
- Sambut HUT RI, Tokopedia dan TikTok Shop Dukung UMKM Naik Kelas Lewat #BeliLokal
- PHK 1.900 Karyawan PT GNI, Hak Pekerja Harus DIpenuhi
- Pemerintah Buka Suara soal PHK Industri Garmen di Cimahi
- TikTok Shop by Tokopedia Perkuat Ekosistem Fesyen Lokal melalui Discovery Commerce
- Tiktoker Tommy Bagikan Ilmu Gratis, Dorong Kreator Pemula Raup Cuan dari TikTok
- Dedi Mulyadi Bongkar Penyebab PHK Massal Garmen di Cimahi
JPNN.com




