Pentingnya Restorasi Bakau untuk Pemulihan Lingkungan di Wilayah Pesisir Pantai
jpnn.com, JAKARTA - PT Andalan Artha Primanusa (ANDALAN) perusahaan jasa pertambangan nasional baru-baru ini mengumumkan komitmen restorasi ekosistem mangrove selama lima tahun ke depan melalui kolaborasi dengan JEJAKIN, perusahaan teknologi iklim berbasis di Indonesia.
Inisiatif ini menjadi langkah konkret ANDALAN dalam memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pemulihan lingkungan pesisir.
ANDALAN memandang restorasi bakau bukan sekadar inisiatif CSR, melainkan bagian integral dari tanggung jawab operasional perusahaan.
Pasalnya, Indonesia memiliki sekitar 3,36 juta hektar hutan bakau, terluas di dunia, tetapi kehilangan rata-rata puluhan ribu hektar setiap tahunnya akibat konversi lahan dan abrasi.
Oleh karena itu, sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor sumber daya alam, ANDALAN berkomitmen bisa berkontribusi untuk lingkungan pesisir dan pelestarian bakau.
"Keberlanjutan adalah bagian dari cara kami bertumbuh. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis kami juga memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan," ujar Hanny Irawan, Direktur Operasional ANDALAN, Sabtu (4/4).
Pendekatan Berbasis Teknologi
Seluruh proses restorasi akan dipantau menggunakan platform Jejakin yang menggabungkan teknologi AI dan sensor lapangan.
Seluruh proses restorasi bakau akan dipantau menggunakan platform Jejakin yang menggabungkan teknologi AI dan sensor lapangan.
- Polda Riau Bongkar Perusakan Mangrove, Ahli Lingkungan: Penebangan Bisa Kurangi ZEE Indonesia
- Polda Riau Tangkap 2 Cukong Perusak Mangrove di Meranti Setelah Ultimatum Irjen Herry
- Kapolda Riau Murka, Sebut Perusakan Mangrove Kejahatan terhadap Negara
- Kemenhut Luncurkan Platform MANDARA Untuk Perkuat Integrasi Data Mangrove
- Ribuan Batang Mangrove Ilegal Hendak Dijual ke Singapura, 6 Pelaku Ditangkap Polisi
- Perkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir, PTK Tanam Bibit Mangrove di Tanjung Pasir
JPNN.com




