Pentingnya Unit Intelijen Digital Bawaslu
Oleh: Benny Sabdo - Anggota Bawaslu DKI Jakarta; Pengajar Fakultas Hukum Universitas Adhyaksa
Dengan sistem deteksi dini, Bawaslu dapat mengantisipasi berbagai potensi kecurangan digital sebelum dampaknya merusak proses tahapan pemilu.
Penerapan intelijen digital dalam lembaga Bawaslu setidaknya harus mencakup tiga aspek krusial.
Pertama, analisis jaringan sosial. Bawaslu harus mampu memetakan aktor-aktor di balik penyebaran hoaks secara sistematis.
Dengan intelijen digital, Bawaslu dapat melihat apakah sebuah narasi muncul secara organik atau digerakkan oleh orkestrasi mesin dari satu titik koordinat tertentu.
Kedua, pemantauan dana kampanye digital. Aliran dana kampanye di ruang digital seringkali menjadi zona abu-abu.
Intelijen digital diperlukan untuk melacak iklan politik berbayar yang tidak dilaporkan, termasuk koordinasi dengan penyedia platform dan lembaga keuangan digital.
Ketiga, deteksi konten deepfake. Di era kecerdasan buatan, manipulasi audio-visual dapat menghancurkan reputasi kandidat dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, Bawaslu memerlukan unit intelijen yang mampu membedakan konten otentik dan manipulatif secara cepat.
Ketika kampanye beralih ke ruang siber, maka ada urgensi bagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bertransformasi.
- Turki, Arab Saudi, Pakistan akan Meningkatkan Pertukaran Intelijen
- Andy Burnham Jabat PM Inggris Menggantikan Keir Starmer
- Usulan KPK, Biaya Alat Peraga Kampanye Peserta Pemilu Dibiayai Pemerintah Saja
- KPK Usul Kampanye Akbar Pemilu Ditinjau Lagi Demi Mencegah Korupsi
- KPK Ungkap Mahalnya Ongkos Politik Picu Korupsi Kepala Daerah
- Intelijen dan Parpol Dalam Konsolidasi Demokrasi
JPNN.com




