Pentingnya Unit Intelijen Digital Bawaslu
Oleh: Benny Sabdo - Anggota Bawaslu DKI Jakarta; Pengajar Fakultas Hukum Universitas Adhyaksa
Dinamika ini mendesak adanya benteng pertahanan yang jauh lebih kokoh.
Kedaulatan rakyat harus dijaga dari intervensi digital yang merusak. Menghadapi ancaman modern tersebut, Bawaslu wajib bertransformasi dan meningkatkan kapasitasnya.
Tidak ada pilihan lain bagi lembaga pengawas pemilu ini selain berevolusi menjadi institusi yang lebih adaptif secara digital.
Melalui penguasaan teknologi yang sepadan atau bahkan lebih unggul, Bawaslu baru akan mampu mendeteksi, menangkal, dan menindak segala bentuk kejahatan siber yang mengancam keadilan pemilu.
The last but not least, terobosan gagasan intelijen digital sebagai pilar pengawasan adalah langkah progresif.
Hal ini memastikan mandat rakyat tidak boleh dicuri oleh algoritma atau para manipulator.
Pada akhirnya, teknologi harus dihadapi dengan teknologi. Dan, kecurangan digital harus ditangkal dengan kecerdasan digital yang berintegritas.
Pemilu 2029 saatnya Bawaslu tidak hanya hadir mengawasi pemungutan suara di TPS. Namun, Bawaslu harus hadir di setiap jejak digital pada tahapan penyelenggaraan pemilu.(***)
Ketika kampanye beralih ke ruang siber, maka ada urgensi bagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bertransformasi.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Turki, Arab Saudi, Pakistan akan Meningkatkan Pertukaran Intelijen
- Andy Burnham Jabat PM Inggris Menggantikan Keir Starmer
- Usulan KPK, Biaya Alat Peraga Kampanye Peserta Pemilu Dibiayai Pemerintah Saja
- KPK Usul Kampanye Akbar Pemilu Ditinjau Lagi Demi Mencegah Korupsi
- KPK Ungkap Mahalnya Ongkos Politik Picu Korupsi Kepala Daerah
- Intelijen dan Parpol Dalam Konsolidasi Demokrasi
JPNN.com




