Penunjukan Luke Thomas Sebagai Bos DSI Jadi Perbincangan, Pakar SDM Soroti Hal Ini
jpnn.com, JAKARTA - Penunjukan Luke Thomas yang merupakan warga negara asing (WNA) untuk memimpin DSI memunculkan perdebatan hangat.
Pakar manajemen sumber daya manusia (SDM) Yodhia Antariksa menilai, fokus utama dalam pengisian posisi strategis seharusnya bukanlah pada kewarganegaraan seseorang, melainkan pada integritas, rekam jejak, kompetensi, dan kemampuannya mencapai tujuan organisasi.
Dalam praktik manajemen SDM modern, Yodhia mengatakan, pengisian posisi strategis harus didasarkan pada prinsip meritokrasi.
Kompetensi, integritas, pengalaman dan kapasitas kepemimpinan menjadi faktor yang jauh lebih relevan dibanding status kewarganegaraan.
“Jika Luke Thomas memang memiliki pengalaman panjang di sektor sumber daya alam dan memahami rantai pasok ekspor komoditas, maka penunjukan tersebut dapat dipahami sebagai upaya menghadirkan kepemimpinan yang profesional,” ujar Yodhia.
Dia menambahkan DSI akan mengelola aktivitas ekonomi bernilai sangat besar yang berkaitan langsung dengan penerimaan negara.
Karena itu, pengelolaannya harus berbasis sistem, data, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas yang tinggi.
“Profesionalisme menjadi fondasi agar keputusan bisnis tidak dipengaruhi kepentingan jangka pendek maupun kepentingan kelompok tertentu,” katanya.
Perdebatan mengenai warga negara Indonesia (WNI) atau warga negara asing (WNA) seharusnya tidak menjadi isu utama.
- Overstay, WN Australia Dideportasi Imigrasi Cirebon
- WN Polandia Hilang di Pantai Tembles Bali Ditemukan Meninggal Dunia
- Pemerasan WNA oleh Oknum Imigrasi Diduga Masih Terjadi setelah OTT KPK, Waduh
- Pengawasan WNA di Bali Mesti Dievaluasi, Jangan Viral Dulu Baru Bertindak
- DSI Petakan Potensi Kebocoran Ekspor, Transaksi USD5 Miliar Masih Diperiksa
- Imigrasi Semarang Deportasi Warga Afghanistan Gegara Penyalahgunaan Izin Tinggal
JPNN.com




