Penyerapan Belanja Negara Rendah

Penyerapan Belanja Negara Rendah
Penyerapan Belanja Negara Rendah
JAKARTA - Sudah menjadi penyakit lama, bila penyerapan anggaran di akhir tahun sering mengalami perlambatan. Namun penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010, ternyata jauh lebih rendah dari penyerapan anggaran tahun sebelumnya. Per November 2010, realisasi belanja negara baru mencapai Rp 817,2 triliun, atau 72,6 persen dari pagu APBN-P 2010 sebesar Rp 1.126,1 triliun.

Dalam rilis Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (22/12), dijelaskan bahwa masih rendahnya realisasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain yakni masih rendahnya realisasi belanja pemerintah pusat yang baru mencapai 67,3 persen atau sebesar Rp 525,6 triliun. Sementara realisasi belanja di kementerian dan lembaga (K/L) baru mencapai Rp 249,6 triliun, atau 68,2 persen dari pagu APBN-P 2010.

Penyerapan belanja K/L tersebut juga tercatat lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 70,7 persen. Penyebabnya karena keterlambatan pengelolaan kegiatan hampir di seluruh satuan kerja pusat dan daerah. Selain itu juga disebutkan karena mekanisme pengadaan barang dan jasa, seperti antara lain banyaknya sanggahan dalam proses lelang, banyaknya pengaduan LSM ke Polri dan Kejaksaan, serta masalah pengadaan lahan tanah.

"Faktor lainnya seperti keterlambatan pejabat daerah dalam menetapkan pengelolaan anggaran pada satuan kerja perangkat daerah, serta faktor geografis dan iklim," ungkap Menkeu Agus Martowardojo pula.

JAKARTA - Sudah menjadi penyakit lama, bila penyerapan anggaran di akhir tahun sering mengalami perlambatan. Namun penyerapan Anggaran Pendapatan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News