PeopleMath Ungkap Cara Baru Membaca Manusia di Tengah Krisis Produktivitas Dunia Kerja
Tingginya antusiasme tersebut mendorong penerbit menyiapkan cetakan kedua sekitar 2.000 eksemplar.
Pada cetakan berikutnya, buku ini juga akan mencantumkan label National Best Seller sebagai bentuk pengakuan atas penerimaan pasar yang tinggi.
"Persoalan produktivitas modern tidak bisa hanya dijawab dengan menambah target, memperketat sistem, atau mengejar hasil lebih besar. Produktivitas sejati justru berangkat dari kemampuan organisasi memahami manusia secara lebih utuh," katanya.
Melalui PeopleMath, Agus menggunakan logika persamaan matematika untuk menjelaskan bagaimana kualitas manusia dibentuk, digerakkan, diperkuat, atau justru dilemahkan.
Namun, pendekatan ini bukan dimaksudkan untuk menyederhanakan manusia menjadi angka atau rumus kaku. Sebaliknya, matematika digunakan sebagai bahasa sederhana untuk membaca kompleksitas manusia.
Menurut Agus, produktivitas manusia tidak berdiri sendiri. Ada banyak elemen yang saling berhubungan, mulai dari pengetahuan dan keterampilan sebagai fondasi teknis, hingga karakter, motivasi, belief atau keyakinan, pengalaman, sistem, kepemimpinan, teknologi, dan kesehatan manusia.
"PeopleMath bukan tentang mematematikakan manusia ke dalam rumus atau angka. Justru melalui logika persamaan, kita dapat melihat manusia secara lebih utuh, memahami apa yang membentuk seseorang untuk bertumbuh, apa yang membuat sebuah tim mampu bergerak bersama, dan apa yang membuat organisasi dapat membangun produktivitas secara berkelanjutan,” kata Agus.
Dalam buku tersebut, Agus merumuskan 21 rumus yang terdiri dari 2 rumus inti dan 19 rumus turunan. Rumus-rumus ini menjadi cara untuk memahami bagaimana kualitas manusia dapat dibangun agar produktivitas tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga berdampak pada kebahagiaan, kualitas hubungan, dan keberlanjutan organisasi.
PeopleMath ungkap cara baru membaca manusia di tengah krisis produktivitas dunia kerja
- Menjembatani Iman dan Realitas: HAAK PP ISKA Luncurkan Buku 'Teologi Publik dan Dialog Aksi'
- Menaker Yassierli Tekankan 2 Hal Ini Perlu Dikuasai Lulusan Perguruan Tinggi, Apa Itu?
- Sambut Abad ke-2 NU dengan Optimisme, Gus Hayid Luncurkan Buku 3 Jilid
- BINUS Online & Transpulmin Jadi Studi Kasus dalam Buku Kotler Indonesia
- Sambut HUT Ke-81 RI dan Muktamar Ke-35 NU, Gus Choi Luncurkan Dua Buku
- Sekjen Kemnaker Sampaikan 5 Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi
JPNN.com




