Peradi Sudah Salurkan Santunan Rp 6,7 Miliar Untuk Bencana Sumatra
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan menyampaikan halalbihalal merupakan tradisi unik di Indonesia selepas lebaran atau Idulfitri.
"Halalbihalal ini adalah suatu tradisi yang unik khusus Indonesia," kata Otto Halalbihalal Peradi 1447 H di Jakarta, Selasa malam, (7/4).
Menurutnya, halalbihalal berasal dari kata halal yakni untuk menghalalkan atau memaafkan berbagai kesalahan antarmanusia.
"Jadi, kalau ada suatu perbuatan yang salah yang kami lakukan selama ini, saling bermaaf-maafan," katanya.
Maka dari itu, halalbihalal maknanya lebih dalam dari silaturahmi. Pasalnya, terjadi saling memaafkan atas segala kesalahan.
"Ini selalu kami lakukan sudah 21 tahun ini, 20 kali lebih selama umur Peradi berdiri," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Otto melaporkan penyaluran dana hasil donasi bencana di Sumatera Utara (Sumbar), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh sebesar Rp 6,7 miliar yang berhasil dihimpun Peradi pada Desember lalu.
Dari dana itu, lanjut dia, di antaranya telah disalurkan di tiga titik wilayah Sumbar pada awal bulan ini.
DPN Peradi sudah menyalurkan bantuan senilai Rp 6,7 miliar untuk korban bencana di Sumatra.
- Otto Hasibuan Ungkap Kunci Sukses Jadi Advokat
- Asido: SKMA No 17 Tahun 2015 Memicu Advokat Kutu Loncat
- Politikus PDIP Ini Dorong Penguatan Literasi Kebencanaan Masuk Kurikulum Sekolah
- Peradi Bangun Sejumlah Sarpras Pascabencana di Sumbar
- BSI Maslahat Salurkan Bantuan kepada 145 Ribu Lebih Penerima
- Longsor Tutup Akses Jalan ke Desa Tempur di Jepara
JPNN.com




