Perang AS-Iran Masih Panjang, Purbaya Ungkap Strategi Menekan Impor BBM
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perang Amerika Serikat (AS)-Iran mengerek harga minyak global dalam beberapa bulan ke depan.
Oleh karena itu, pemerintah akan memberikan insentif pada kendaraan listrik.
"Kalau saya bisa pindahkan ke listrik (lewat insentif untuk kendaraan listrik), itu akan mengurangi impor (BBM) dengan signifikan," ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (12/5).
Selain itu, terdapat sistem kelistrikan PLN yang memiliki mekanisme take or pay, di mana PLN tetap membayar pembangkit sesuai kontrak meski listrik tidak seluruhnya terserap.
Menurut Purbaya, kondisi kelebihan kapasitas tersebut dinilai dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan kendaraan listrik untuk menekan konsumsi BBM dan impor energi.
Sebelumnya Purbaya membidik insentif kendaraan listrik, baik untuk sepeda motor listrik maupun untuk mobil listrik, mulai diterapkan pada Juni 2026, sehingga terdapat penurunan konsumsi BBM.
“Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan,” ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa tujuan dari kebijakan insentif kendaraan listrik adalah mengubah pola konsumsi masyarakat, dari yang semula menggunakan BBM menjadi menggunakan listrik.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perang Amerika Serikat (AS)-Iran mengerek harga minyak global dalam beberapa bulan ke depan.
- Ekonom Optimistis Harga Pertamax Akan Turun, tetapi Bertahap
- Harga Pertamax Pasti Turun, Asalkan...
- Dorong Kendaraan Listrik di Sumsel, Indomobil Expo Palembang 2026 Resmi Dibuka
- Elnusa Petrofin & Pertamina Patra Niaga Gelar Go Live Project Aviation Bali-Nusra
- Perkuat Armada EV untuk Kebutuhan Mobilitas Korporasi, MPMRent Gandeng Wuling Motors
- ESDM Sebut Penerapan Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp 157 Triliun
JPNN.com




