Perang Bintang
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Saya begitu ingin menulis soal ditemukannya uang ratusan miliar rupiah di sebuah kafe di Jakarta Selatan itu. Akan tetapi saya sedang agak terisolasi sekarang ini.
Saya sedang seperti seekor burung di sangkar emas. Kamar saya ini begitu nyaman, besar, dan agak mewah, tetapi saya tidak bisa berkomunikasi secara bebas.
Ilustrasi perang antardua kekuatan penegak hukum dengan temuan uang dalam brankas sebagai pusat konflik.--
Sulit menggali bahan yang memadai untuk menulis kasus yang sangat panas di Jakarta itu. Saya sedang di Rusia. Di bagian paling timur Rusia: Vladivostok. Arus informasi sedang dibatasi, terutama sejak Rusia manyerang Ukraina --yang kemudian jadi perang berlarut.
Saya masih bisa menerima dan kirim WA, tetapi tidak bisa membuka dokumen, foto, atau video.
Saya agak telat tahu: menggunakan WeChat-nya Tiongkok lebih lancar. Saya pun mencoba berkomunikasi pakai WeChat, tetapi tetap saja sulit: tidak banyak sumber berita di Indonesia yang punya WeChat.
Saya pun disarankan pakai Telegram. Namun sudah lama Telegram saya mati. Telegram itu saya install saat saya ke Kamboja dulu. Di sana semua orang pakai Telegram --sangat jarang yang pakai WA.
Maka untuk sementara saya jadi pembaca berita saja: sambil membayangkan betapa serunya peristiwa itu.
Kejagung belum lama menangkap dua jenderal polisi dalam kasus Makan Bergizi Gratis (MBG). Kini Mabes Polri mengincar 'jenderal' di Kejaksaan Agung. Seruuu.
- PSI: Prioritaskan MBG ke Daerah 3T, Layani Mereka yang Paling Membutuhkan
- Demi Pemulihan Ekologi, Ephorus HKBP Minta Penanganan Kasus TPL Tak Masuk Angin
- Perbandingan Anggaran MBG dengan Pendidikan pada Rancangan APBN 2027, Mana yang Lebih Besar?
- Tepat Waktu
- Pak Supriyadi Ungkap Modus Korupsi-Gratifikasi Fadia Arafiq
- Keterangan Saksi Mahkota di Kasus PT Inalum runtuhkan dakwaan JPU
JPNN.com




