Perang Iran-Israel Pecah, BI Pasang Kuda-Kuda Amankan Rupiah
jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) langsung merespons eskalasi konflik di Timur Tengah seiring pascaserangan Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea menyatakan langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi dampak gejolak pasar keuangan global terhadap stabilitas rupiah di dalam negeri.
Erwin menegaskan BI akan terus mencermati pergerakan pasar secara saksama.
Pemantauan intensif itu bertujuan agar bank sentral tersebut bisa mengambil langkah-langkah antisipatif yang diperlukan.
"Merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya," kata Erwin, Senin (2/3).
Guna menjaga stabilitas tersebut, Bank Indonesia memastikan akan tetap hadir di pasar melalui berbagai mekanisme intervensi.
Hal ini dilakukan untuk memitigasi volatilitas rupiah yang mungkin timbul akibat tekanan geopolitik.
Oleh karena itu, BI akan melakukan intervensi baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi di pasar domestik.
Bank Indonesia menanggapi eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
- IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok, Airlangga Bakal Temui KSSK & BEI
- Geger IHSG & Rupiah Ambruk, Airlangga Buka Suara, Oalah...
- Rupiah Jeblok, Saham Ambrol, Investasi Emas Aman? Simak Daftar Harga Logam Mulia!
- Kurs Rupiah Anjlok, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
- IHSG Kebakaran, Rupiah Ambrol, USD Tembus Rp18.021 Jumat Pagi
- Rupiah Makin Terpuruk 35 Poin, USD Nyaris Rp 18 Ribu
JPNN.com




