Perawat Korban Pelecehan Mengaku Diperiksa Seperti Ibu Hamil

Perawat Korban Pelecehan Mengaku Diperiksa Seperti Ibu Hamil
Calon perawat yang laporkan dokter National Hospital. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, SURABAYA - Calon perawat, OPA yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oknum dokter di Rumah Sakit National Hospital Surabaya kembali membeberkan kronologi kasusnya.

Dalam tes medis penerimaan perawat di Rumah Sakit National Hospital, korban mengaku organ sensitifnya dijamah melebihi batas oleh oknum dokter berinisial R.

OPA melamar sebagai perawat di Rumah Sakit National Hospital pada 23 Agustus 2017. Pada proses tes medis, oknum dokter berinisial R bertindak sebagai pemeriksa korban.

Saat pemeriksaan korban merasa apa yang dilakukan oknum dokter R melebihi batas prosedur pemeriksaan, yakni dengan memeriksa area sensitif korban.

Diakuinya, payudaranya dipegang hingga lebih dari 5 menit dan kemudian alat vitalnya dengan alasan memeriksa kesehatan kelamin.

"Saat kejadian berlangsung, pintu ruang pemeriksaan ditutup, termasuk kelambu," ujar OPA.

Bahkan pemeriksaan tersebut, hanya ada oknum dokter R dan korban. Selain itu, saat pemeriksaan, posisi korban seperti orang tengah melahirkan.

Korban yang saat ini bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya itu mengaku tidak pernah melakukan tes medis seperti yang dilakukan oleh oknum dokter R, di tempat kerjanya yang baru.

Calon perawat yang menjadi korban diminta melepaskan semua pakaiannya saat tes kesehatan dan sang dokter meraba alat vitalnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News