Perempuan Indonesia Jadi Korban Perbudakan Modern di Australia
Seorang perempuan Indonesia dipukuli, tidak diberi makan, dan dipaksa tidur di tangga atau garasi selama berbulan-bulan di mana ia diduga bekerja sebagai "budak" untuk pasangan suami istri di Melbourne, demikian terungkap di Pengadilan Wilayah Victoria.
Persidangan pidana untuk pasangan suami istri Chee Kit Chong dan Angie Yeh Liaw, keduanya warga negara Malaysia, dimulai pada hari Selasa (31/03) saat jaksa penuntut menguraikan kasusnya.
Pekerja Indonesia tersebut, yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan hukum, setuju untuk tinggal bersama pasangan tersebut di properti mereka di Point Cook setelah Liaw sedang melahirkan anak keduanya.
Terduga korban seharusnya tinggal selama sebulan pada awal tahun 2022, menurut keterangan yang disampaikan di pengadilan, tetapi Chong menyalahkan korban atas hilangnya kartu kredit perusahaan dan mengatakan kepadanya bahwa ia harus bekerja untuk melunasi utang tersebut.
Setelah itu, Chong "sangat mengendalikan" kehidupan terduga korban, kata jaksa penuntut Shaun Ginsbourg S.C. kepada pengadilan.
"Chong mengancam dan memaksa [terduga korban] untuk menyediakan jasa rumah tangga," katanya.
"Ia berulang kali mengatakan kepadanya bahwa ia harus bekerja untuk melunasi utang. Dan ketika [korban] gagal memenuhi harapan Chong… mereka akan menghukumnya dengan menyerangnya, juga dengan merampas tidur dan makanannya."
Chong dituduh dengan sengaja memperlakukan perempuan tersebut sebagai budak, sementara istrinya didakwa membantu atau mendorong pelanggaran tersebut.
Seorang perempuan Indonesia dipukuli, tidak diberi makan, dan dipaksa tidur di tangga atau garasi selama berbulan-bulan di mana ia diduga bekerja sebagai
- Dunia Hari Ini: Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
- Reaksi Pemilik dan Penyewa Rumah Asal Indonesia Soal Anggaran Australia
- Astra Women Network 2026: Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata
- Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Pengumuman Anggaran Australia
- Dunia Hari Ini: Jasad Pendaki Ditemukan saat Gunung Dukono Kembali Erupsi, Jalur Ditutup
- Kopi Ala Melbourne Marak di Indonesia, Ini Kata Pencipta Tiger Bomb dan Mont Blanc
JPNN.com




