Peringatan Bung Hatta, Bonnie Triyana: PDIP Ingin Berikan Pendidikan Sejarah Publik
jpnn.com, PADANG - Ketua Badan Sejarah DPP PDI Perjuangan Bonnie Triyana mengatakan peringatan kelahiran Bung Hatta tidak semestinya berhenti pada romantisme terhadap sosok penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia.
Menurut Bonnie, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk menggali kembali pemikiran Bung Hatta dan mengontekstualisasikannya dengan persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Peringatan kelahiran Bung Hatta bukan hanya romantisme atas seorang figur penting dalam sejarah pendirian Republik Indonesia, tetapi juga ikhtiar untuk merelevansikan dan mengkontekstualisasikan pemikiran-pemikirannya untuk Indonesia di hari ini,” kata Bonnie dalam keterangannya setelah kegiatan peringatan Bung Hatta di Padang, Sumatera Barat, Minggu (30/8) malam.
Bonnie mengatakan kegiatan yang digelar PDI Perjuangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya partai menjalankan fungsi pendidikan sejarah kepada masyarakat.
Menurut dia, partai politik tidak semestinya hanya dipandang sebagai lembaga elektoral yang bekerja menjelang pemilu untuk memperebutkan dan menyusun kekuasaan.
“Melalui kegiatan ini PDI Perjuangan, sebagai partai politik, hendak menjalankan fungsi pendidikan sejarah bagi publik dan memajukan kebudayaan,” ujarnya.
Bonnie menilai partai politik juga memiliki tanggung jawab sebagai lembaga publik yang dapat berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia. Karena itu, aktivitas partai tidak seharusnya terbatas pada agenda elektoral.
“Partai bukan saja lembaga elektoral yang bekerja lima tahun sekali guna menyusun kekuasaan, melainkan lembaga publik yang turut berpartisipasi aktif membangun peradaban Indonesia,” kata dia.
Partai politik tidak semestinya hanya dipandang sebagai lembaga elektoral yang bekerja menjelang pemilu untuk memperebutkan dan menyusun kekuasaan.
- Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera dan Percepatan Rehab-Rekon Banjir
- Prabowo Bisa Diadang 4 Poros di Pilpres 2029, Ada Solo hingga Cikeas
- Polda Metro Jaya Pantau Harga Masker, Penimbun Diancam Denda Rp50 Miliar
- Jenazah Korban Penembakan KKB di Muliama Diterbangkan ke Kupang
- KPK Periksa ASN Kementerian Imipas di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA
- Ucap Pidato Soal Kekuasaan, AHY Dianggap Punya Modal Maju 2029
JPNN.com




