Peringati Imlek, Jubun Tekankan Makna Refleksi Diri dan Penguatan Keluarga
jpnn.com, JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan kemeriahan lampion dan bagi-bagi angpau.
Detektif swasta nasional, Jubun menilai momen tersebut memiliki makna lebih dalam sebagai waktu refleksi, pembaruan diri, serta penguatan hubungan keluarga.
Menurut Jubun, Imlek seharusnya dipahami sebagai momentum menata kembali prioritas hidup, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan.
Detektif Jubun menyebut keluarganya memanfaatkan momen tersebut untuk doa, refleksi, dan berkumpul bersama keluarga besar.
“Dalam keluarga kami, Imlek adalah waktu pembaruan. Bukan hanya membersihkan rumah, tetapi juga membersihkan hati dan memperbaiki relasi,” ujar Jubun, dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Dia menambahkan, sebagai kepala keluarga, pergantian tahun termasuk Imlek menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri, memperkuat iman, menjaga keharmonisan keluarga, dan meneguhkan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Jubun mengatakan sejumlah tradisi Imlek sejak masa kecil masih dipertahankan, terutama makan bersama keluarga besar.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar ritual, melainkan sarana mempererat kedekatan dan menjaga nilai hormat kepada orang tua.
Imlek dimaknai Detektif Jubun sebagai momentum refleksi, pembaruan diri, dan penguatan keluarga.
- Soroti Konflik Ruben dan Sarwendah, Detektif Jubun: Perceraian Tak Hapus Tanggung Jawab Orang Tua
- Foto Profil Dicatut untuk Akun WhatsApp Palsu, Detektif Jubun Beri Peringatan
- Detektif Jubun Bongkar Modus Penipuan Online Lintas Pulau, KTP Tak Lagi Jadi Jaminan
- Lebaran Rezeki
- Kasus Serlina–Shellysoju Viral, Detektif Jubun Ingatkan Pentingnya Verifikasi
- Ramadan Rasa Wisata di PIK, dari Festival Budaya hingga Program Seru untuk Keluarga
JPNN.com




