Peringkat Pendidikan Kalah dari Singapura, Prabowo: Enggak Usah Terlalu Khawatir
jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak terlalu khawatir dengan posisi peringkat pendidikan Indonesia yang masih berada di bawah Singapura.
Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 81–83 negara dalam survei PISA (Programme for International Student Assessment).
Hal itu dia katakan saat taklimat dalam agenda pertemuan dengan periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di halaman Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/8).
“Kalau Singapura saya enggak terlalu, enggak usah terlalu khawatir, hanya negara (berpenduduk) 5 juta kok, satu kota, ya kan,” ucap Prabowo.
Menurut dia, Menteri Pendidikan Singapura bahkan tak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia yang harus memantau puluhan juta siswa sekolah dengan jangkauan ratusan ribu sekolah.
“Menteri Pendidikan Singapura itu sebetulnya enggak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia, ya kan. Indonesia punya 388.000 sekolah kalau tidak salah,” kata dia.
Bahkan, Kepala Dinas di daerah-daerah Indonesia disebut harus mengecek sekolah-sekolah dengan jarak yang kadang terpencil.
“Menteri Pendidikan tinggal keliling seluruh Singapura mungkin 2 jam dia bisa cek hampir semua sekolah di situ, terjangkau dari kantor dia,” tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak terlalu khawatir dengan posisi peringkat pendidikan Indonesia yang masih berada di bawah Singapura.
- Prabowo: BRICS Wadah Menyatukan Suara Negara Berkembang
- PISA BBM
- Presiden Prabowo Sebut Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia
- Di KTT BRICS 2026, Prabowo Tekankan Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Lain
- Presiden Prabowo di KTT BRICS: Kekuatan Negara Harus Dibangun dari Dalam
- Dua Kriteria Pendamping Prabowo di Pilpres 2029
JPNN.com




