Perjokian Masuk Fakultas Kedokteran UAD, Terbongkar!

Perjokian Masuk Fakultas Kedokteran UAD, Terbongkar!
Imam Azhari, Kepala Bidang Administrasi dan Evaluasi Akademik UAD (kiri) mempraktikkan pemasangan earpiece yang ditaruh di dalam baju yang dipakai dalam aksi perjokian. Foto: Setiaky.A.Kusuma/Radar Jogja

Wahyu menekankan, panitia sengaja memperketat pengawasan PMB gelombang III. Dengan melakukan pemeriksaan fisik. Itu untuk meminimalisasi praktik curang dalam PMB.

Sebab, panitia pernah memergoki dua joki saat PMB FK UAD gelombang I akhir April lalu. Keduanya mengikuti ujian menggantikan peserta “asli” PMB.

Sindikat joki dari mana? Dari hasil interogasi diketahui bahwa sindikat joki dari salah satu kampus ternama di Yogyakarta. Menurutnya, sindikat joki yang mendekati peserta PMB. Salah satu perjanjiannya, joki meminta bayaran ketika peserta telah dinyatakan lolos ujian. Nominalnya kisaran Rp 10 juta hingga Rp 150 juta.

”Mereka intens berkomunikasi. Bahkan jokinya yang memasang peralatannya,” ungkapnya.

Kepala Bidang Administrasi dan Evaluasi Akademik UAD Imam Azhari mengungkapkan hal senada. Kendati menangkap basah sembilan peserta, Imam memastikan panitia tak akan melaporkannya ke kepolisian. Mengingat, kepolisian enggan menanganinya lantaran tidak ada payung hukumnya.

”Yang pasti peserta jelas tidak akan diterima universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UAD Kasiyarno menyebutkan, jumlah pendaftar FK UAD sebanyak 626 orang. Dari jumlah itu, yang diterima hanya 50 orang. Karena itu, Kasiyarno menegaskan kampus sangat selektif.

”Ini menunjukkan kami serius. Tidak ada “orang dalam” yang terlibat,” katanya. (tif/zam)

Modus perjokian dalam penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan semakin canggih.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News