PERKENI–KDA Perkuat Kolaborasi, Indonesia Hadapi Kasus Diabetes yang Terus Meningkat
Diabetes juga berkaitan dengan lebih dari 131 ribu kematian orang dewasa pada 2024.
Jumlah penderita diabetes di Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2050.
Menurut Prof. Em Yunir, diabetes perlu dipahami sebagai penyakit yang berdampak luas pada berbagai organ tubuh.
“Diabetes bukan hanya masalah gula darah. Penyakit ini berkaitan erat dengan kesehatan jantung, ginjal, berat badan, dan berbagai faktor metabolik lainnya yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Divisi Endokrinologi, Universitas Padjadjaran / RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Prof. Dr. dr. Hikmat Permana, SpPD, K-EMD .
Dia menjelaskan target terapi diabetes saat ini tidak lagi hanya mengacu pada HbA1c atau kadar gula darah rata-rata.
“Diabetes tidak hanya terkait kadar gula darah. Faktor-faktor lain seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, dan kondisi metabolik juga memengaruhi prognosis pasien. Itulah mengapa pendekatan pengelolaan diabetes kini harus lebih komprehensif dan berpusat pada pasien,” ujarnya.
Prof. Hikmat juga mengingatkan pentingnya skrining bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau kondisi metabolik lain.
PERKENI–KDA memperkuat kolaborasi, Indonesia dalam menghadapi kasus diabetes yang terus meningkat
- 5 Manfaat Kopi untuk Tubuh, Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes
- Novo Nordisk Indonesia Raih Predikat Best Place to Work Selama 5 Tahun
- Ini Rekomendasi Pakaian Lindungi Kulit dari Abu Vulkanik
- 6 Khasiat Serai Campur Lemon, Baik untuk Penderita Diabetes
- BINUS HealthTech Festival 2026 Dorong Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan
- Kolaborasi RMIT & Mandaya Hospital Dorong Inovasi Kesehatan di Indonesia
JPNN.com




